Maninjau, Prokabar.com – Sebanyak 35 Kepala Keluarga atau lebih kurang 70 jiwa masyarakat Jorong Batu Ajung, Nagari Sungai Batang terisolir akibat akses jalan amblas. Kejadian serentak dengan bencana banjir bandang di Jorong Labuah, Kamis (27/11) lalu. Kondisi ini membuat warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Abrar, Walijorong Batu Ajuang mengatakan, kondisi ini mempersulit kondisi masyarakatnya yang tinggal di puncak perbukitan Nagari Sungai Batang ini.
Untuk menuju lokasi, harus melintasi lereng perbukitan curam dan terjal. Melintasi hutan belantara dan sejumlah persimpangan tajam dengan tikungan mematikan.
Agar akses dapat tetap dilalui, warga membangun jembatan darurat dari papan seadanya. Berharap Pemerintah Nagari, Pemda Agam atau relawan membantu pembangunan jembatan permanen, sehingga aman dan lancar dilalui.
Pada saat ini, warga harus melewati jalan dengan kondisi penuh tantangan. Apalagi anak-anak ke sekolah, tidak jarang mereka harus berjalan kaki dengan jarak sekitar 1 kilometer hingga 3 kilometer.
Di Batu Ajung sendiri hanya ada sarana masjid dan pos dasawisma. Untuk saat ini jumlah lansia sebanyak 2 KK, anak-anak setingkat pelajar SD ada 4 orang, balita 6 orang, pelajar setingkat SMA ada 3 orang dan setingkat SMP 2 orang. Total jumlah laki-laki sebanyak 22 orang dan perempuan 33 orang. (rud)
















