Agam, Prokabar — Unit Rescue Mahasiswa kembali melaksanakan misi kemanusiaan melalui Ekspedisi ke-11 pada Sabtu, 6 Desember 2025, di wilayah Nagari Bayua, salah satu daerah yang terdampak banjir dan galodo di kawasan Danau Maninjau. Kegiatan ini berkolaborasi dengan SEMMI PD Kota Bukittinggi, serta didukung relawan dari Pemuda Muslimin Sumbar. Ekspedisi dipimpin langsung oleh Abidin Sulaiman.
Sesampainya di Bayua, tim relawan disambut langsung oleh Walinagari Bayua, Hadi Fajrin, S.Hi, yang menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan dan kepedulian para relawan muda tersebut.
“Atas nama pemerintah nagari dan masyarakat Bayua, kami mengucapkan terima kasih kepada Unit Rescue Mahasiswa dan SEMMI Bukittinggi. Kehadiran anak-anak muda ini benar-benar membantu meringankan beban warga. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat dan tepat waktu,” ujar Walinagari.
Pada hari pertama, tim menyalurkan bantuan berupa sembako, air minum, perlengkapan kebersihan, pakaian, perlengkapan bayi, dan kebutuhan mendesak lainnya. Relawan serta melakukan asesmen langsung di lapangan.
Selain itu, tim turut mendirikan posko dapur umum di Kantor Walinagari Bayua, sebagai langkah untuk memastikan kebutuhan makanan siap saji bagi warga dan relawan terpenuhi. Dapur umum ini menjadi pusat koordinasi layanan konsumsi bagi masyarakat yang terdampak dan yang masih berada di area pengungsian.
Memasuki hari kedua, Unit Rescue Mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan mengadakan program trauma healing bagi anak-anak yang berada di camp pengungsian. Kegiatan ini diisi dengan permainan edukatif, aktivitas seni, hingga sesi interaksi yang bertujuan memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana.
“Anak-anak adalah kelompok paling rentan. Trauma healing ini dibuat untuk mengembalikan keceriaan mereka dan mengurangi rasa takut setelah bencana,” kata salah seorang relawan.
Koordinator lapangan, Abidin Sulaiman, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang sudah diterima dari berbagai pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, masyarakat, dan perantau. Karena dukungan itu kami bisa menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses. Setiap bantuan sangat berarti bagi masyarakat terdampak bencana ,” ujar Abidin.
Ia menegaskan bahwa ekspedisi ini akan terus dilanjutkan selama akses memungkinkan dan dukungan dari masyarakat masih mengalir.
“Kami berharap masyarakat luas terus membantu. Donasi dari bapak-ibu semua sangat menentukan keberlanjutan misi kemanusiaan ini. Selagi ada dukungan, kami akan terus hadir membantu warga yang terdampak,” tambahnya.
Dengan terlaksananya Ekspedisi ke-11, Unit Rescue Mahasiswa menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan membantu masyarakat Sumatera Barat dalam masa pemulihan pascabencana.
















