Pengamat Kebijakan Publik, Kritik Kinerja PJN, Satu Bulan Ditambal, Jalan Nasional di Pessel Kembali Berlobang

Penulis -

Rabu, 3 Desember 2025 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Dharma Indonesia, Rodi Candra, mengkritik kinerja Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), setelah kondisi jalan nasional di Pesisir Selatan yang baru selesai diperbaiki kembali mengalami kerusakan berat dalam waktu kurang dari satu bulan.

Perbaikan tambal-sulam yang dilakukan dinilai tidak memenuhi standar kualitas dan tidak memberikan solusi jangka panjang.

Rodi menilai kerusakan cepat itu menunjukkan lemahnya pengawasan, penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, serta minimnya akuntabilitas penyedia jasa konstruksi. Dirinya juga menilai praktik perawatan jalan yang cenderung reaktif, bukan berbasis perencanaan menyeluruh.

“Sepertinya jalan dan lobang diakhir tahun sudah memiliki kesepakatan dengan anggaran akhir tahun, maka hampir setiap tahun jalan di pastikan berlobang. Namun pejabat takut sisa anggaran itu disilvakan ke negara,” ujarnya.

Menurut Rodi, masalah berulangnya kerusakan jalan nasional dapat berdampak pada meningkatnya resiko kecelakaan terutama pada jalur padat kendaraan berat, pemborosan anggaran, karena perbaikan dilakukan berkali-kali dalam waktu singkat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Rodi mendesak Kementerian PUPR melakukan audit menyeluruh terhadap proyek perbaikan tersebut, mulai dari proses tender, pengawasan lapangan, hingga spesifikasi material yang digunakan.

“Ya, saya juga mendorong adanya transparansi dan publikasi progres pekerjaan agar masyarakat dapat ikut mengawasi,” ungkapnya.

Pantauan Prokabar com Rabu (3/12/2025) di lapangan, sejumlah titik yang beberapa waktu lalu telah ditumbok atau dilakukan perbaikan tambal sulam kini menunjukkan retakan serta lubang-lubang kecil yang berpotensi membesar. Beberapa bagian bahkan sudah menggenang ketika hujan turun, membuat jalan licin dan membahayakan pengguna.

Pengendara yang melintasi ruas tersebut mengaku heran mengapa hasil perbaikan hanya bertahan sebentar.

“Baru bulan lalu ditambal, sekarang sudah rusak lagi. Kalau begini terus, kapan jalannya benar-benar bagus,” ujar Edo (41) pengendara roda dua.

“Perbaikan tambal-sulam memang cepat, tetapi tidak efektif untuk jangka panjang, terutama di ruas dengan volume kendaraan berat. Kalau dalam waktu sebulan sudah rusak, itu berarti ada masalah serius pada pengawasan, kualitas material, atau metode pengerjaan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Menurutnya, PJN seharusnya memiliki standar ketat mengenai ketahanan perbaikan, termasuk memastikan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis.

“Kalau pekerjaan tidak sesuai standar, maka uang negara pada akhirnya yang terbuang,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Pesisir Selatan, Ramizal Ramli (51) mengatakan, kemungkinan lemahnya pengawasan dari pihak PJN dan konsultan pengawas. Mereka menilai proses perbaikan sering kali hanya formalitas tanpa evaluasi mendalam mengenai struktur lapisan jalan.

“Sering kali perbaikan hanya fokus pada permukaan, padahal kerusakan bisa berasal dari fondasi yang sudah tidak stabil. Jika lapisan dasar tidak diperbaiki, ya pasti akan muncul lubang lagi,” ujarnya.

Kondisi jalan yang kembali rusak dalam waktu singkat membawa konsekuensi besar. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, kerusakan ini juga mengganggu kelancaran distribusi barang, terutama di jalur yang dilewati kendaraan logistik.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sopir Truk, Egi (38) mencatat kerusakan jalan sering menjadi pemicu kerusakan suspensi dan peningkatan biaya operasional. Setiap jalan berlubang itu artinya kerugian bagi kami. Ban cepat rusak, konsumsi bahan bakar naik,”ujarnya.

Menanggapi situasi tersebut, para masyarakat mendesak Kementerian PUPR melakukan evaluasi teknis dan audit terhadap pengerjaan perbaikan yang sudah dilakukan, termasuk meninjau ulang kontraktor pelaksana.

“Audit harus menilai apakah penggunaan material sudah sesuai spesifikasi, apakah durasi pengerjaan realistis, dan apakah metode perbaikan sudah tepat. Jika ditemukan pelanggaran, kontraktor harus diberi sanksi tegas,” ujarnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PJN belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab kerusakan berulang tersebut. Namun masyarakat menilai pemerintah perlu segera menjelaskan langkah yang akan diambil untuk memastikan perbaikan jalan lebih bertahan lama. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB