Tanah Datar, Prokabar- Pasca hujan lebat yang tak kunjung berhenti beberapa hari ini diwilayah Tanah Datar dan sekitarnya, berakibat sungai meluap dan banjir bandang yang menghanyutkan rumah warga. Nagari Padang Laweh dan Guguak Malalo pun terisolir sehingga masyarakat terdampak diungsikan melalui Danau Singkarak.
Masyarakat yang terisolir dan berada ditempat rawan diungsikan ketempat yang lebih aman di Tanjung Mutiara Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan dan daerah sekitarnya.
” Saat ini sudah diungsikan sebahagian warga yang terisolir dan terdampak banjir bandang ini ke nagari Batu Taba melalui jalur Danau Singkarak dengan boat,” kata Eka Putra, Bupati Tanah Datar.
Bupati instruksikan semua unsur yang terlibat melaksanakan tugas dan peran masing-masing dan juga tetap waspada. Bupati juga minta agar kebutuhan pengungsi jangan sampai terabaikan, mulai dari logistik, obat-obatan, selimut dan kebutuhan lain yang mendesak.
Dari informasi Camat Batipuh Selatan, sampaikan data tentatif sementara Jumlah pengungsi yang tiba di Jorong Tanjuang Mutiara hari kemaren sebanyak 125 Jiwa,
60 jiwa dijemput dan dibawa ke rumah keluarga. Sebanyak 65 jiwa mengungsi tersebar di Jorong Tanjung Mutiara, Rumah Relawan dan TPA.
Info sementara kerusakan dari galodo ini di Nagari Padang Laweh Malalo 10 unit rumah (RB), jembatan 1 unit (RR), Rumah Ibadah 1 unit (RR), jumlah pengungsi 1.043 jiwa. Di Nagari Sumpur rumah hanyut 11 unit, RB 9 unit, RS 10 unit, RR 5 unit, jembatan RB 1 unit, sekolah 1 unit, rumah ibadah 1 unit, irigasi 1 unit, hand tractor 4 unit dan jumlah pengungsi 331 jiwa.
Di Nagari Guguak Malalo rumah 9 unit (RB), 6 unit (RS), jembatan 3 unit putus total, 1 unit (RB), sekolah 1 unit, rumah ibadah 2 unit, irigasi 8 unit dan pengungsi 1300 jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, data masih tentatif dan pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan warga, lahan pertanian yang hancur dan evaluasi dampak yang ditimbulkan serta perkembangan terkini terkait kebencanaan ini. (Eym)
















