Pasaman, Prokabar – Menunjang hasil produksi sembari meringankan beban para petani, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pertanian setempat memberikan bantuan bajak gratis ke para petani.
Bantuan berkelanjutan ini diresmikan langsung Bupati Pasaman, Welly Suhery didampingi Wakilnya, Parulian Dalimunthe, camat hingga perangkat setempat di Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping, Senin (24/11).
Tersenyum sumbringah para petani mendapat bantuan ini. Sebab, proses membajak yang selama ini cukup menyulitkan para petani, kini dibantu pemerintah.
“Bantuan bajak gratis ini adalah program unggulan kami sewaktu kampanye dulu. Kini kami realisasikan. Sebagai bagian dari keluarga petani, kami sangat merasakan bagaimana dibebaninya petani perihal bajak ke bajak di awal musim tanam,” kata Bupati Welly.
Ia mengakui, Kabupaten Pasaman merupakan salah satu lumbung pangan di Sumatera Barat. Bahkan mampu menopang kebutuhan konsumsi beras ke Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Bayangkan, potensi luas lahan sawah lebih kurang dari 16.166 Ha dengan ata-rata produksi padi dalam dua tahun terakhir di atas 130 ribu ton gabah kering giling.
“Produktivitas rata-rata Kabupaten Pasaman tahun 2024 yang lalu sebesar 4,4 ton/Ha, akan tetapi di beberapa daerah hasil pengukuran dengan ubinan dapat mencapai 9 ton/ha gabah kering giling,” tegas Bupati.
Meski begitu, hal tersebut tidak begitu berdampak ke kesejahteraan para petani. Sebab, para petani masih bergelut dengan tingginya biaya produksi, mulai dari tanam hingga panen.
“Maka dari itulah, bantuan bajak gratis ini ada. Beban petani berkurang, sehingga dapat mendongkrak kesejahteraan,” harap Bupati.
Lebih lanjut, Kadis Pertanian Pasaman, Heri Prasetyo Wibowo menjelaskan, dalam proses realisasi bajak gratis ini, tim yang terkait di dalamnya bakal terlebih dulu melakukan identifikasi penerima manfaat. Ada SOP nya.
Dimana saat sekarang program layanan bajak gratis ini masih menyasar pada petani padi sawah, baik itu petani penggarap atau petani pemilik penggarap yang tergabung ke dalam Kelompok Tani yang terdaftar pada Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) Kemeterian Pertanian.
“Nantinya kami bakal menyusun Rencana Defenitif Kebutuh Kelompok (RDKK) bersama kelompok yang difasilitasi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Dari data yang telah diperoleh tersebut akan di paduserasikan atau dipadankan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikeluarkan Kementerian Sosial sebagai rujukan data Nasional dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia,” terang Kadis.
Untuk menjalankan program unggulan layanan bajak gratis ini di tahun ke depan tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Pasaman. Pemerintah daerah tentunya menginginkan semua petani padi sawah terakomodir dalam program layanan bajak gratis ini. (Ola)
















