KPGH : Retrospeksi Masa Kecil Buya Hamka melalui Festival Seni dan Budaya

Penulis -

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Buya Hamka, lahir 17 Februari 1908 di Tanah Sirah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Meninggal pada 24 Juli 1981 di Jakarta sebagai sosok Ulama Terkemuka sekaligus Sastrawan, Penulis, Jurnalis dan Politisi.

Ratusan Karya Sastra, Sejarah Islam dan Budaya Minangkabau dari Pahlawan Nasional ini masih menjadi referensi utama akademisi, Mahasiswa dan pelajar Nasional dan Internasional sekarang. Seperti Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wick, Di Bawah Lindungan Ka’bah, Merantau Ke Deli, Tuan Direktur, Di Tepi Sungai Dajlah, Di Dalam Lembah Kehidupan, Sabariah, Pribadi Hebat, Terusir dan sebagainya.

Buku Pendidikan Islam berupa Sejarah Umat Islam, Lembaga Budi, Filsafat Hidup, Filsafat Islam, Dari Pembendaharan Lama, Pelajaran Agama Islam, Filsafat Ketuhanan, Akhlaqul Karimah, Studi Islam, Tafsir Al Azhar dan sebagainya.

Sedangkan buku Sejarah Adat dan Islam di Minangkabau, Buya Hamka menulis buku Antara Fakta dan Kayal : Tuanku Rao, Ayahku, Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi dan Islam dan Adat Minangkabau.

Lahir dari kehidupan keras, tegas, kukuh dan gigih mencapai tujuan hidup yang hakiki. Melalui nilai-nilai budaya bersuku Minangkabau, kaya khasanah cendikiawan masa lalu. Beragam pemikiran-pemikiran nenek moyang yang hebat itulah Buya Hamka belajar tentang menata sistem sosial budaya berlandasan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Melalui proses pembelajaran mendalam itu, Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah belajar untuk berkembang menjadi sosok ulama berkarakter sesuai nilai-nilai kebudayaan Minangkabau di Nagari Sungai Batang, kawasan Danau Maninjau. Termasuk hobi permainan dan berkesenian tradisi seperti Randai, Saluang, Tambua Tansa, Talempong, Main Layang-layang, Barakik-rakik hingga Silek Tradisional. Buya Hamka sempat nakal layalnya anak-anak dan remaja dalam lingkungan kemandirian yang tinggi.

Kisah menarik masa kecil Buya Hamka inilah, membuat Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) terus menggali dan menggelar ivent seni dan budaya tradisi di Kampung Kelahirannya. Melaksanakan Ivent kedua Manikam Jajak Buya Hamka, setelah sukses pada Desember 2024 lalu.

Sebelumnya, komunitas “Mambusuik dari Bumi” ini sukses melaksanakan Festival Rinyuak dua kali pada tahun 2019 dan 2020. Sukses menggelar Kemah Bakti Napak Tilas Buya Hamka pada 2019, 2022 dan 2024. Dari Pengembangan Ivent ini, muncul Festival Manikam Jajak Buya Hamka 2. Sukses terlaksana dua kali, pada 14-15 Desember 2024 dan 27 Juli 2025.

Pembukaan acara dari Arak-arak Bajamba Bundo Kanduang Nagari Sungai Batang bersama tamu undangan. Alunan Tambua Tansa menambah semangat Arak-arak Bajamba. Berjalan sekitar 100 meter dari Rumah Walijorong Batung Panjang menuju Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Koordinator Acara, Fajri didampingi Rudi Yudistira selaku Ketua Pelaksana mengatakan, ivent atau festival berupa pentas seni itu sebagai upaya pelestarian nilai-nilai kebudayaan masyarakat di Kampung Kelahiran Buya Hamka, khusus di Salingka Danau Maninjau (Kecamatan Tanjung Raya).

Terdapat 10 group kesenian dari perwakilan, tampil memeriahkan kegiatan. Seperti, Tari Rantak Sanggar Lareh Nan Jombang Nagari Koto Gadang VI Koto, Tari Piriang Anak Nagari Maninjau, Tari Bagurau Anak Rang Muaro Pauah, Tambua Tansa Sabariah Nagari Sungai Batang, Tambua Pupuik Batang Padi Binuang Sati Nagari Paninjauan, Tari Piriang Gumarang Sanggar Aua Sarumpun Nagari Koto Malintang, Sanggar Randai Langgam Puri Nagari Bayua, Silek Tuo Batuang Panjang, Karang Taruna Jorong Batu Nanggai Nagari Batu Nanggai dan pelajar SD Negeri 31 Batung Panjang.

“Berkat dukungan Dana Pokir Anggota Dewan Provinsi Sumatera Barat, R. Datuak Tambijo melalui penanggungjawab Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, kegiatan sukses terlaksana. Dan kami mengucapkan terimakasi banyak atas dukungan Angku R. Datuak Tambijo, Dinas Kebudayaan Sumbar.

Pemerintah Kabupaten Agam melalui Kepala DPMN Agam Handria Asmi dan Kepala Disdikbud Agam Taslim, Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya melalui Camat Tanjung Raya Al Hafidz, Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar dan jajaran dan Walinagari Sungai Batang, Ahsin beserta Walinagari Selingkar Tanjung Raya dan group kesenian yang ikut berpartisiasi. Berkat dukungan semua pihak ini, acara sukses dan lancar,” Ungkap Fajri Datuak Mangkuto Nan Basa selaku Koordinator Acara.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara itu, Angku R. Datuak Tambijo bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Jefrinal Arifin mengapresiasi kegiatan tersebut. Panitia Pelaksana bersama Tim sukses merangkul semua pihak untuk melestarikan nilai-nilai kebudayaan yang menghubungkan nilai-nilai Keteladan Ulama Indonesia Buya Hamka.

“Kita sama-sama mengetahui, bahwa Buya Hamka adalah sosok teladan kita anak bangsa Indonesia. Apalagi kita yang berasal dari suku bangsa Minangkabau, terkhusus dari Luhak Agam. Dan dengan tujuan ini, kita harus terus membangkitkan nilai-nilai Keteladanan ini kepada generasi muda kita. Melalui nilai-nilai seni dan budaya sebagai sarana dakwah kecintaan kita Tuhan Yang Maha Esa. Kita harus terus Dukung ini,” Ajak Angku R. Datuak Tambijo, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil 4.

“Kegiatan ini adalah upaya melestarikan, memajukan, mengembangkan dan memanfaatkan Kebudayaan Nasional (berbasis desa/nagari) sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017. Sekaligus memperkuat Undang-undang Dasar 1945 dalam Pasal 18, tentang Wilayah Provinsi dijamin memajukan kebudayaan spesifikasi budaya daerahnya.” terang Jefrinal Arifin, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB