Oleh: Difa Mutia Rahma Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang,
Membaca merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan berbagai informasi. Semua orang bisa mengetahui seluruh dunia hanya dengan membaca. Membaca merupakan jendela ilmu untuk semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa bahkan lansia. Ilmu tidak terbatas hanya untuk anak-anak atau orang dewasa, sekolah atau tidak sekolah, kaya ataupun miskin, tetapi ilmu untuk mereka yang mau membaca dari berbagai sumber dan media. Membaca, satu kata yang terlihat mudah, namun sulit untuk dilakukan oleh banyak orang. Meskipun membaca menjanjikan banyak hal, tetap saja membaca tidak mudah untuk dilakukan bagi Sebagian orang.
Di era sekarang, teknologi berkembang dengan sangat cepat. Yang mana salah satunya ialah ai, Ai sedang marak digunakan oleh berbagai kalangan. Ai sendiri diciptakan untuk memudahkan perkerjaan manusia, namun banyak di kalangan para pelajar yang salah dalam menempatkan penggunaan ai. Penggunaan ai menjadi salah satu faktor rendahnya minat membaca pada masa sekarang.
Di Indonesia minat membaca masih dikatakan sangat rendah oleh karena itu, banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat dan aktivitas membaca. “Salah satu cara yang diterapkan ialah pembiasaan literasi di sekolah-sekolah.” (Zahra,Wawan,&Rukmini, 2025) Pembiasaan ini dilakukan lima belas menit sebelum proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas di mulai.
Memuat informasi dari Kompasiana.com (2023), tingkat literasi di Indonesia sangat rendah, UNESCO menyebut Indonesia menjadi urutan kedua dari bawah soal literasi dunia. Menurut UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatikan, hanya 0,0001%. Artinya dari 1,000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang minat membacanya tinggi. Maka membaca merupakan bagian penting yang harus ditingkatkan oleh setiap orang. Dan oleh karena itu, diperlukan lingkungan yang mendukung agar meningkatnya minat atau aktivitas membaca dapat berlangsung dengan lancar.
Upaya meningkatkan minat dan aktivitas membaca, sangat diperlukan dukungan dari orang tua terutama, kemudian tenaga pengajar sehingga upaya yang dilakukan dapat berlasung efektif. Seperti salah satu upaya untuk meningkatkkan minat dan aktivitas membaca dengan pembiasaan literasi pada sekolah-sekolah, yang di beri waktu lima belas menit, ini bertujuan agar fokus anak tergaja. Keberhasilan dari kegiatan pembiasaan literasi dapat membentuk karakter pada diri anak, sehingga aktivitas membaca bukan lagi menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. “Dua pendidik terpenting bagi anak ialah orang tua dan guru pada usia sekolah dasar, yang pertama yaitu orang tua karena sebelum memasuki dunia sekolah anak banyak menghabiskan waktunya di rumah, kemudian guru pada usia sekolah dasar yang membantu peran orang tua pada saat anak di sekolah, yang sedikit banyaknya mengajarkan pembentukkan karakter pada diri anak.”( Futri&Lu’luil, 2023)
Oleh sebab itu, sangat penting untuk membiasakan membaca pada anak sejak dini. Mulai dengan durasi yang singkat terlebih dahulu untuk mengajarkan menjaga fokus pada anak dan berikan buku-buku yang menarik sehigga menimbulkan rasa penasaran dalam diri anak-anak.
Penulis : Opini
Editor : Nofal Wiska
















