15 Menit Ssbagai Awal Membaca

Penulis -

Minggu, 25 Mei 2025 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Difa Mutia Rahma                  Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang,

Membaca merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan berbagai informasi. Semua orang bisa mengetahui seluruh dunia hanya dengan membaca. Membaca merupakan jendela ilmu untuk semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa bahkan lansia. Ilmu tidak terbatas hanya untuk anak-anak atau orang dewasa, sekolah atau tidak sekolah, kaya ataupun miskin, tetapi ilmu  untuk mereka yang mau membaca dari berbagai sumber dan media. Membaca, satu kata yang terlihat mudah, namun sulit untuk dilakukan oleh banyak orang. Meskipun membaca menjanjikan banyak hal, tetap saja membaca tidak mudah untuk dilakukan bagi Sebagian orang.

Di era sekarang, teknologi berkembang dengan sangat cepat. Yang mana salah satunya ialah ai, Ai sedang marak digunakan oleh berbagai kalangan. Ai sendiri diciptakan untuk memudahkan perkerjaan manusia, namun banyak di kalangan para pelajar yang salah dalam menempatkan penggunaan ai. Penggunaan ai menjadi salah satu faktor rendahnya minat membaca pada masa sekarang.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Di Indonesia minat membaca masih dikatakan sangat rendah oleh karena itu, banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan minat dan  aktivitas membaca. “Salah satu cara yang diterapkan ialah pembiasaan literasi di sekolah-sekolah.” (Zahra,Wawan,&Rukmini, 2025)  Pembiasaan ini dilakukan lima belas menit sebelum proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas di mulai.

Memuat informasi dari Kompasiana.com (2023), tingkat literasi di Indonesia sangat rendah, UNESCO menyebut Indonesia menjadi urutan kedua dari bawah soal literasi dunia. Menurut UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatikan, hanya 0,0001%. Artinya dari 1,000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang minat membacanya tinggi.  Maka membaca merupakan bagian penting yang harus ditingkatkan oleh setiap orang. Dan oleh karena itu, diperlukan lingkungan yang mendukung agar meningkatnya minat atau aktivitas  membaca dapat berlangsung dengan lancar.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Upaya meningkatkan minat dan aktivitas membaca, sangat diperlukan dukungan dari orang tua terutama, kemudian tenaga pengajar sehingga upaya yang dilakukan dapat berlasung efektif. Seperti salah satu upaya untuk meningkatkkan minat dan aktivitas membaca dengan pembiasaan literasi pada sekolah-sekolah, yang di beri waktu lima belas menit, ini bertujuan agar fokus anak tergaja. Keberhasilan dari kegiatan  pembiasaan literasi dapat membentuk karakter pada diri anak, sehingga aktivitas membaca bukan lagi menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. “Dua pendidik terpenting bagi anak ialah orang tua dan guru pada usia sekolah dasar, yang pertama yaitu orang tua karena sebelum memasuki dunia sekolah anak banyak menghabiskan waktunya di rumah, kemudian  guru pada usia sekolah dasar yang membantu peran orang tua pada saat anak di sekolah, yang sedikit banyaknya mengajarkan pembentukkan karakter pada diri anak.”( Futri&Lu’luil, 2023)

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Oleh sebab itu, sangat penting untuk membiasakan membaca pada anak sejak dini. Mulai dengan durasi yang singkat terlebih dahulu untuk mengajarkan menjaga fokus pada anak dan berikan buku-buku yang menarik sehigga menimbulkan rasa penasaran dalam diri anak-anak.

Penulis : Opini

Editor : Nofal Wiska

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB