Asmara Membawa Duka

Penulis -

Senin, 28 April 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: M. Rafi Putra Pratama

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Cinta, siapa yang tidak menginginkannya? Ketika semua terlihat indah jika dilewati bersama dirinya. Apalagi bagi anak muda, bertukar rasa, mengukir janji-janji masa depan, dan berbagi harapan indah tentang kehidupan bersama. Namun siapa sangka, kisah cinta yang awalnya terasa begitu indah akan berakhir oleh duka. Sang kekasih dambaan hati ternyata adalah serigala bertopeng domba, yang dengan teganya mengakhiri hidup seorang perempuan yang sangat mencintai dirinya.

Beberapa hari yang lalu warga Kampung Ciberuk, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, Banten digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan dengan kondisi bagian kepala serta kaki yang telah terpisah dari tubuhnya. Mayat ini pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya di area perkebunan.

Setelah dilakukannya identifikasi, akhirnya identitas korban pun terungkap. Ia merupakan seorang warga Kecamatan tetangga yang bernama Siti Amelia (19). Dengan terungkapnya identitas korban, pihak berwajib segera melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku dari kasus yang biadab ini.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Kurang dari 24 jam, kepolisian telah berhasil menangkap pelaku mutilasi bernama Mulyana (23) yang mengaku sebagai kekasih korban. Atas pengakuannya, diketahui motif dari pembunuhan keji ini berawal dari korban yang mengaku hamil dan mendesak pelaku untuk segera menikahinya. Emosi dengan korban yang terus mendesaknya, pelaku kemudian mengajak korban ke salah satu kebun karet untuk mengeksekusinya. Di sini korban dicekik hingga tak sadarkan diri. Seakan tak puas dengan aksinya, pelaku membawa tubuh korban ke tengah perkebunan dan kembali mencekiknya.

Seusai mencekik SA untuk yang kedua kalinya, untuk menyembunyikan aksinya Mulyana pulang ke rumahnya untuk mengambil golok. Senjata tajam inilah yang digunakan pelaku untuk memotong bagian tubuh korban yang akhirnya di sebar ke tempat lain untuk menghilangkan jejak dari aksi kejinya.

Namun kebenaran akan terus terungkap. Beberapa hari berlalu, satu per-satu fakta kasus pembunuhan keji ini mulai terungkap. Fakta mengejutkan pertama yang terungkap adalah ternyata korban tidaklah dalam kondisi hamil. Hal ini diketahui setelah diadakannya autopsi pada tubuh korban oleh Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Banten. Fakta ini secara langsung membantah pengakuan pelaku sebelumnya yang mengatakan bahwa korban mendesak untuk dinikahi karena hamil.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Berbarengan dengan terungkapnya fakta ini, pihak keluarga SA yang diwakili oleh kuasa hukumnya memberikan keterangan bahwa tidak adanya tanda-tanda bahwa korban tengah mengandung. Mereka menduga motif sebenarnya dari kasus ini adalah pelaku yang sakit hati karena hubungan asmara mereka yang berakhir. Untuk melangsungkan niatnya, pelaku menggunakan modus menawari pekerjaan kepada korban, sehingga ia tidak menaruh curiga pada pelaku.

Masih melalui kuasa hukumnya, keluarga korban meminta pihak kepolisian untuk terus mengusut kasus ini agar semua fakta-fakta yang belum diketahui dapat terungkap sejelas-jelasnya. Pihak keluarga juga menuntut agar pelaku mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang telah dilakukannya pada korban.

Kini, proses hukum terhadup pelaku masih terus berjalan. Masyarakat luas pun mengikutinya dengan penuh perhatian, penuh harap korban akan mendapatkan keadilan. Tragedi keji yang memilukan ini tak hanya menyisakan pilu bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi cermin buram dari hubungan asmara yang kehilangan tujuan.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ketika cinta telah kehilangan nilai kasih dan kepercayaan, yang tersisa hanyalah kehancuran dan duka yang mendalam.

Kasus yang menimpa SA harusnya dapat menggugah perasaan setiap kaula muda. Untuk lebih bijak dalam membina sebuah hubungan asmara. Cinta sejati seharusnya tidak tumbuh atas paksaan, kebohongan, lebih-lebih lagi kekerasan. Tragedi ini mengingatkan kita semua akan betapa pentingnya edukasi dan pendampingan pada remaja-remaja yang akan menjadi penentu masa depan. Melalu tragedi ini muncul pula pertanyaan, apakah hubungan pra-nikah layaknya pacaran masih relevan untuk dilakukan? Karena pada kenyataanya, lebih banyak keburukan daripada kebaikan yang dihasilkan.

Lebih dari sekedar kasus kriminal, lagi-lagi tragedi ini seharusnya menjadi pengingat dan alarm bagi kita semua, bahwa cinta yang terlihat indah tak selalu mendatangkan kebahagiaan, terkadang hanya menyisakan luka dan duka yang mendalam.

Semoga tidak ada lagi korban-korban berikutnya atas nama cinta. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga ditabahkan hatinya dan mendapatkan keadilan seadil-adilnya.

Penulis : Opini

Editor : Nofal Wiska

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB