Maninjau, Prokabar.com – Momentum Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, Mamak Pusako Se-kenagarian Maninjau menggelar Halal Bi Halal, Sabtu (5/4). Sebanyak 24 orang Mamak Pusako dari 7 Suku itu sebelumnya sepakat, ini adalah agenda perdana dalam sejarah Maninjau.
Berkat kerjasama yang baik, hampir seluruh Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Datuak Panungkek, Bundo Kanduang, Urang Sumando dan Pemuda-pemudi hadir dalam Alek Nagari Nagari Maninjau tersebut. Termasuk Forkopimcam seperti Kapolsek Tanjung Raya dan perwakilan Danramil 05 Tanjung Raya.

Tokoh Niniak Mamak perantauan terpandang pun tidak luput mengikuti kegiatan tersebut. Seperti Angku Taslim Datuak Bandaro Batuah, Angku Syahril Datuak Manindiah, Bapak Achyar Ilyas, Angku Junaidi Datuak Rajo Mangkuto, dan Angku Maswir Jamaan Datuak Baka.
Pada kesempatan selain hadir juga urang sumando Maninjau, Dr. Risnaldi Ibrahim, MM.,MH Dt. Batuah beserta Istri Nyonya Oktarina Risnaldi. Merupakan Wakil Bupati Pesisir Selatan terpilih periode 2025-2023, sebelumnya dua kali menjabat dua kali Anggota DPRD Pessel dan terakhir menjabat Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

“Suatu kehormatan, kebanggaan dan bahagia bagi kami menghadiri Halal Bi Halal 7 Suku Nagari Maninjau ini. Dan ini mencatat sejarah kami sebagai urang sumando Maninjau bisa bertatap muka langsung dengan Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, pemuda-pemudi beserta urang Sumando Pasumando Maninjau lainnya,” ungkap Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Pessel dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, telah menikah dengan istrinya 18 tahun berkeluarga bersama Nyonya Oktarina Risnaldi dan dikaruniai dua orang anak. Sehingga jika ada dusanak dari Maninjau mau berlibur ke Pesisir Selatan, Jangan sungkan untuk menghubungi dirinya nanti.
“Berbeda pulang kampung tahun ini, mewakili urang Sumando pada moment pulang kampung mandapat kesempatan bercerita dan bersilahturahmi. Berharap tahun kedepan dapat sepakat membuat agenda lebih meriah dan Baralek Gadang. Kapan perlu acara dua hari dua malam bersama Niniak Mamak, Mamak Panungkek, Mamak pusako anak kamanakan dan urang sumando.”ajaknya.

Program Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Agam hampir sama. Yakni Babaliak Banagari dengan harus mengangkat marwah, peran dan fungsi Niniak Mamak. “Urang Sumando di suruah nyo pai, ditagah baranti. Begitulah pituah orang Minangkabau. Kami urang sumando siap mendapat perintah dari Niniak Mamak.” tukuknya.
Sementara itu, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Maninjau, Angku E. Datuak Rangkayo Basa bersama Walinagari Maninjau, Harmen Yasin mengapresiasi gagasan dan helatan dari Mamak Pusako Se-nagari Maninjau ini. Langkah maju dengan modal semangat tinggi, akhirnya sukses menghadirkan Tokoh-tokoh penting perantau sekaligus Ninik Mamak dan Urang Sumando Maninjau tersebut.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya Mamak-mamak Pusako yang telah memprakarsai Halal Bi Halal 7 Suku Maninjau ini. Dan kita mencatat sejarah dan berharap bisa berlanjut untuk tahun kedepan, dengan tema, ide dan gagasan lebih meriah lagi,” ujar Ketua KAN Maninjau.
Camat Tanjung Raya, Al Hafidz menyempatkan hadir pun bangga dan kagum dengan Halal Bi Halal 7 Suku tersebut. “Peran Mamak Pusako tidak bisa dipandang sebelah mata dalam persukuan Matrilineal di Minangkabau. Beban berat segala perhelatan adat berada di pundaknya, tangan kanan dari Ninik Mamak beserta Alim Ulama.

Terlaksananya agenda ini, tentu memiliki tujuan khusus, terutama memperkuat komunikasi dan silahturahmi antar suku dan patuang pasukuan. Dan Semoga kuat dan semakin kuat mengayomi anak kamanakan nantinya,” tutup Camat Tanjung Raya. (rud)
















