Tanah Datar, Prokabar- Raudha Thaib, bundo kanduang Sumatera Barat mengapresiasi kepemimpinan Eka Putra selama menjabat Bupati Tanah Datar. Apresiasi ini tentunya terkait pelestarian adat dan budaya yang dilakukan Eka Putra.
Eka Putra dinilai sangat berkontribusi dalam penerapan adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (ABS-SBK) di Luhak nan Tuo. Hal ini turut dibuktikan dengan adanya dua kecamatan yang telah dijadikan pilot project atau percontohan pelestarian adat dan budaya.
” banyak terobosoan terkait pelestarian budaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Tanah Datar, terutama oleh Eka Putra sebagai Bupati. Beliau juga menyambut baik sosialisasi nilai nilai adat dan budaya yang basandi syara’, syara’ basandi kitabullah (ABS-SBK), dan hal itu disambut positif oleh bapak bupati,” kata Raudha Thaib saat dihubungi lewat telpon genggamnya beberapa waktu lalu.
Raudha Thaib meyakinkan jika ia sangat merasakan bagaimana dampak kegiatan pelestarian budaya yang telah dilakukan oleh Eka Putra.
” Dengan banyaknya kegiatan kegiatan kebudayaan, bundo kanduang sedunia, bupati membuka dan membantu dalam segala hal. Salah satunya kongres bundo kandung sedunia, diaspora Minangkabau yang diikuti seribuan orang, Festival kesultanan dan semua itu dilakukan di era bupati Eka Putra dan sebelum sebelumnya belum pernah,” sebutnya.
Bagi Raudha Thaib, Eka putra dinilai sosok yang sangat konsen dan perhatian terhadap pelestarian dan pengambangan adat dan budaya Minangkabau di Tanah Datar.
” Tanah Datar Luhak nan Tuo, pusek jalo pumpunan ikan dan itu diperhatikan oleh bapak bupati Eka Putra dengan serius dan sungguh sungguh. Nanti kami juga akan kongres untuk kedua kali dan bapak bupati itu ingin diadakan di Tanah Datar,” tutupnya. (eym)
















