Padang, Prokabar – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Perdagangan Padang, tengah mensosialisasikan pembuatan website perdagangan UMKM Pasar Raya Padang yang akan dikembangkan menjadi marketplace pusat transaksi digital Pasar Paya Padang
“Padang Market” website jual beli yang akan menjadi “pasar” baru bagi para pelaku UMKM dan pedagang di Pasar Raya. Diharapkan dengan adanya website ini, selain dapat membuat pedagang menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengungkap dengan konsep digitalisasi pasar tradisional diyakini bisa menjaga stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan dan pertanian.
“Kemungkinan Padang lima tahun mendatang pasar akan sepi tapi tidak dengan penjualan yang terus mengalami peningkatan.” ungkapnya saat melakukan sosialisasi didepan puluhan pelaku UMKM dan Pedagang di jalan Kantor Dinas Perdagangan Kota Padang, Selasa (3/7) sore.
Lebih lanjut ia berharap dengan adanya website Padang Market, para pedangang di pasar raya bisa meraih omset hingga Rp1,5 Juta perhari atau Rp30 juta perbulan
“Ini sangat memungkinkan terjadi dengan sistem online. Karena pedagang akan bisa memasarkan produk dengan menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Untuk mensukseskan kehadiran Padang Market tersebut pihaknya telah bekerja sama dengan Kadin Padang, Universitas Dharma Andalas, Tokoh Pegiat UMKM Sumatera Barat, Dinas Koperasi, Provider seluler dan dinas terkait lainnya.
Sementara itu, Perwakilan, Tim Dharma Andalas, Heru Aulia mengatakan pihaknya sangat bergitu ingin membantu dalam mewujudkan hal tersebut karena potensi nya sangat besar.
“Berdasarkan kajian yang kami peroleh, terjadi perubahan perilaku konsumen yang tadinya konvensional (offline) ke digital. Tidak menutup kemungkinan dimaaa depan pembelian sayur hanya melalui satu sentuhan saja” ujarnya.
Dari data yang dihimpunnya, masyarakat yang terkoneksi internet 143 Juta penduduk, “Bisa kita banyangan betapa besarnya pasar ini. 19,1 persen ada di pulau Sumatera. Sedangkan nominal transaksi pada2017 adalah 75 Triliun dan tahun 2018 yang baru berjalan setengah ya sudah mencapai 144 Triliun,” jelasnya (hdp)
















