Maninjau, Prokabar.com – Pencinta Layang-layang tradisional jenis Danguang-danguang ramai berbondong-bondong ke Ampuah, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu (14/07). Ratusan peserta berbagai daerah dari Pariaman, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Padang hingga dari Siak, Duri dan Pekanbaru (Sumbar dan Riau) ikut memeriahkan festival atau Pasapahan Layang-layang ini.
“Kita pertama kali melaksanakan alek alang-alang di Jorong Bancah, Nagari Maninjau ini. Dan sejak rapat pembentukan panitia sekaligus surve lokasi 23 Juni 2014 lalu sampai sekarang, antusias dukungan Walinagari Maninjau, Ninik Mamak, Ibu-ibu dan pemuda sangat tinggi. Membuat acara sukses dan lancar,” ungkap Walijorong Bancah sekaligus Ketua Panitia, Akmal Yunus kepada Prokabar.com, Minggu sore (14/07).

Ia melanjutkan, acara bermula permintaan dari Persatuan Pelayang Sumbar atau PPS sebagai induk Komunitas pecinta Pelayang meminta komunitas Basamo Mangko Basatu (BMB) bersama Simpang Panji Sekitarnya (SPS) dan Anak Amak Galapuang menjadi tuan rumah di Maninjau.
Sementara itu, Walinagari Maninjau, Harmen Yasin sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Pihaknya akan terus menjembatani dan menfasilitasi ivent tersebut dan berharap dapat berlanjut tahun depan.
“Adanya Festival Alang-alang atau Layang-layang ini, akan membuat ramai ke kampung halaman kita. Transaksi ekonomi pedagang kecil berjalan sehingga membantu peningkatan kesejahteraan dan kekompakan masyarakat,” ujarnya.
Harmen Yasin melanjutkan, Alang-alang atau layang-layang merupakan permainan tradisional anak nagari Minangkabau yang memiliki makna dan nilai tinggi terhadap kehidupan bermasyarakat. “Permainan Alang-alang sangat melatih kesabaran, kekompakan, memperkuat silahturahim pemuda dan tokoh masyarakat serta memperkuat silahturahim sesama kelompok pecinta layang-layang. Kegiatan juga jelas melestarikan dan memajukan kebudayaan kita,” tuturnya.

Camat Tanjung Raya, Hafidz berkesempatan hadir pada Pelestarian Permainan Alang-alang itu. Permainan tradisional yang penuh makna nilai-nilai sosial dan budaya Alam Minangkabau ini sangat bermanfaat pada semua sisi atau sektor kehidupan.
“Kita sangat mengharapkan kegiatan pelestarian kebudayaan berupa permainan anak nagari tradisional ini terus berkembang dan bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat. Ivent lokal yang sangat mendunia. Buktinya, meski kegiatan tradisional tidak terlalu terpromosikan, sejumlah turis asing datang ke acara ini.” terangnya.
“Kita berharap ivent ini terus berlanjut dan meningkatkan kunjungan wisata mancanegara kedepannya,” tutupnya. (rud)
















