Oleh : Febby Dt Bangso
Melihat stagnasi bakal calon Pilgub Sumbar sampai minggu kedua juli ini perlu langkah berani anak muda minang yang merasa punya kapasitas , jangan hanya diam atau berpangku tangan melihat kondisi hari ini di sumatera barat.
Kawin Paksa atau di Paksa Cerai bakal calon gubernur atau tidak dapat tiket ini sudah pernah terjadi di sumatera barat
Salah satu pemimpin potensial Sumbar adalah Audy Joinaldi, yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumbar.
Tentu saja sosoknya menjadi harapan anak muda tentang sumbar yang berkemajuan yang diharapkan melanjutkan estafet kepemimpinan sumatera barat.
Sayangnya isu kian kencang berhembus, Mahyeldi – Audy bakal pecah kongsi. Mahyeldi dan PKS memilih Vasco Ruseimi untuk maju di Pilgub 2024 ini.
Walau belanda masih jauhn sepertinya arah harus berpisah dengan petahana mahyeldi harus ditelan sebagai kenyataan sebab menjadi buah simalakama bagi mahyeldi dan pks karena harapan dan keinginan Gerindra berkoalisi dengan PKS.
Namun Audy seharusnya tidak patah arang. Di tingkat akar rumput, tentu saja dukungan Audy dari masyarakat bisa didapatkan. Apalagi selama ini Audy sering turun ke masyarakat.
Lalu apa yang akan terjadi? mungkin ada beberapa opsi untuk audy. Dia bisa saja maju sebagai cagub atau hijrah menjadi kader gerindra. Opsi kedua ini memang rumit karena tokoh sentral ketua dpd gerindra tidak berani maju melawan mahyeldi.
Opsi lain adalah Audy maju sebagai cagub dengan mencari pasangan yang tepat. Salah satunya adalah Bupati Dharmasraya dua periode, Sutan Riska.
Diketahui, Sutan Riska sukses membangun Dharmasraya. Tidak jadi rahasia lagi jika Sutan Riska memiliki kedekatan dengan tokoh tokoh nasional, termasuk dengan Presiden Jokowi dan Wapres terpiliih Gibran Rakabuming.
Pasangan muda ini bisa menjadi solusi untuk kemajuan Sumbar dan tentu saja tidak akan sulit mendapatkan dukungan dari masyarakat Sumbar.
Audi ditinggal tak jadi maju adalah kekalahan telak anak muda ranah minang , bangkit audy jangan lemah harus kuat.
















