Maninjau, Prokabar.com – Kelompok Tani Suka Maju Bersama Akademisi Universitas Taman Siswa Padang, mengembangkan teknologi Aquabiofilter atau bertanam padi di permukaan air Danau Maninjau di Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam. Inovasi itu memanfaatkan rakitan bambu untuk bertanam padi.
“Terobosan ini kami lakukan untuk Penyelamatan Danau Maninjau. Selain membantu buruh tani berinovasi, program ini juga memanfaatkan kadar tinggi nutrisi yang ada dalam Danau Maninjau,” ungkap Profesor Doktor Muhammad Zulma Harja, Peneliti sekaligus Pengembang Padi Aquabiofilter kepada Prokabar.com, Minggu (30/06).
Dosen senior Universitas Taman Siswa Padang ini melanjutkan, pihaknya mendapat dukungan dana dari Kemendikbudristek. Bertujuan membantu masyarakat mengembangkan penanaman padi pada permukaan danau, juga menambah pendapatan petani.

“Selain membantu buruh tani yang tidak memiliki lahan pertanian, juga membantu mengurangi kandungan nitrogen air danau.
Kandungan nitrogen dari sisa pakan ikan itu, tidak sehat untuk ikan dan manusia, akan tetapi sangat bermanfaat sebagai nutrisi tanaman padi,” jelasnya.
Melalui inovasi dan pengembangan tanam padi apung ini, akan dapat mengukur jumlah penyerapan nitrogen dari tiga jenis varian padi. Yakni Jenis Inpara Sembilan atau padi pulan, Putiah Kusuik atau padi lokal, dan jenis padi Toyo Harum, hasil kawin silang padi lokal dengan pulen.
“Pengelolaan dan pengembangan padi Aquabiofilter juga mengutamakan berbahan alami. Seperti Dari Pohon Bambu Dan Kapas, agar tidak hanyut terbawa gelombang dan riak danau, penelitian ini memanfaatkan keramba jaring apung atau KJA Kosong milik salah satu anggota kelompok terlibat,” ujarnya.
Prof. Dr. M. Zulma Harja menambahkan, Kapasitas Danau Maninjau hanya bisa menampung 6 Ribu KJA. Namun saat ini sudah mencapai 17 ribu petak KJA. Kondisi ini telah melebihi penggunaan Danau Maninjau. Pencemaran penggunaan pakan ikan berzat kimia mencapai 15 Ton Perharinya.
“Kondisi inilah yang membuat kualitas air Danau Memburuk. Dan menyebabkan sering terjadinya kematian ikan petani keramba jaring apung. Melalui pengembangan ini, berharap menjadi salah satu solusi penanganan dan penyelamatan air Danau Maninjau,” tutupnya. (rud)
















