Bertanam Padi di Atas Permukaan Air Danau Maninjau.

Penulis -

Minggu, 7 Juli 2024 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Kelompok Tani Suka Maju Bersama Akademisi Universitas Taman Siswa Padang, mengembangkan teknologi Aquabiofilter atau bertanam padi di permukaan air Danau Maninjau di Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam. Inovasi itu memanfaatkan rakitan bambu untuk bertanam padi.

“Terobosan ini kami lakukan untuk Penyelamatan Danau Maninjau. Selain membantu buruh tani berinovasi, program ini juga memanfaatkan kadar tinggi nutrisi yang ada dalam Danau Maninjau,” ungkap Profesor Doktor Muhammad Zulma Harja, Peneliti sekaligus Pengembang Padi Aquabiofilter kepada Prokabar.com, Minggu (30/06).

Baca Juga :  Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Dosen senior Universitas Taman Siswa Padang ini melanjutkan, pihaknya mendapat dukungan dana dari Kemendikbudristek. Bertujuan membantu masyarakat mengembangkan penanaman padi pada permukaan danau, juga menambah pendapatan petani.

“Selain membantu buruh tani yang tidak memiliki lahan pertanian, juga membantu mengurangi kandungan nitrogen air danau.
Kandungan nitrogen dari sisa pakan ikan itu, tidak sehat untuk ikan dan manusia, akan tetapi sangat bermanfaat sebagai nutrisi tanaman padi,” jelasnya.

Melalui inovasi dan pengembangan tanam padi apung ini, akan dapat mengukur jumlah penyerapan nitrogen dari tiga jenis varian padi. Yakni Jenis Inpara Sembilan atau padi pulan, Putiah Kusuik atau padi lokal, dan jenis padi Toyo Harum, hasil kawin silang padi lokal dengan pulen.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

“Pengelolaan dan pengembangan padi Aquabiofilter juga mengutamakan berbahan alami. Seperti Dari Pohon Bambu Dan Kapas, agar tidak hanyut terbawa gelombang dan riak danau, penelitian ini memanfaatkan keramba jaring apung atau KJA Kosong milik salah satu anggota kelompok terlibat,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Prof. Dr. M. Zulma Harja menambahkan, Kapasitas Danau Maninjau hanya bisa menampung 6 Ribu KJA. Namun saat ini sudah mencapai 17 ribu petak KJA. Kondisi ini telah melebihi penggunaan Danau Maninjau. Pencemaran penggunaan pakan ikan berzat kimia mencapai 15 Ton Perharinya.

“Kondisi inilah yang membuat kualitas air Danau Memburuk. Dan menyebabkan sering terjadinya kematian ikan petani keramba jaring apung. Melalui pengembangan ini, berharap menjadi salah satu solusi penanganan dan penyelamatan air Danau Maninjau,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua
Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini
Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau
Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:02 WIB

KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Perbaikan Intake Gou Kuranji Dikebut, Diperkirakan Tuntas Hari Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Berita Terbaru

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 30;

Daerah

Kabut Asap Kiriman Kembali Menyelimuti Maninjau

Selasa, 13 Okt 2026 - 07:31 WIB