Epyardi Gerak Cepat Cari Solusi Anjloknya Harga Tomat ke Kemenperin

Penulis -

Senin, 1 Juli 2024 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Imbas dari anjloknya harga tomat di pasaran, Bupati Solok, Epyardi Asda, mengambil langkah cepat dengan mendatangi Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Salah satu tujuannya untuk mencarikan solusi agar hasil panen petani dapat dipasarkan dengan harga yang stabil.

Langkah cepat ini dilakukan Epyardi untuk menjawab keresahan petani di Kabupaten Solok. Pasalnya harga tomat di pasaran sempat anjlok dari kisaran Rp4.000 perkilogram menjadi Rp500 perkilogram.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Di Kemenperin tersebut, Epyardi mengadukan keresahan masyarakatnya itu kepada Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Andi Rizaldi.

“Saat ini hasil produksi petani di Solok sudah sangat bagus. Namun, harga pasar yang terkadang tidak stabil, bisa merugikan petani kami. Karena itu, saya meminta Kemenperin agar bisa memfasilitasi pemasaran hasil produksi panen kami,” kata Epyardi, Senin (1/7/2024).

Menurut Epyardi, beberapa hal yang ia minta kepada pemerintah pusat ialah menyediakan pasar untuk menampung hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Kita inginnya, tomat-tomat petani di Solok itu bisa dibawa masuk ke supermarket-supermarket di Jakarta. Di sana harga buah dan sayuran relatif tinggi. Jadi kita berharap pihak kementerian bisa memfasilitasi,” kata dia.

Di samping itu, Epyardi juga berharap agar Kemenperin bisa memberikan bantuan untuk pembuatan parbrik pengolahan saus tomat. Dengan begitu, semua hasil produksi petani tomat di daerahnya bisa terjual dengan harga yang stabil.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Jika nanti ada pabrik saus, maka semua tomat petani bisa terserap, sehingga tidak akan ada lagi fluktuasi harga karena hasil panen yang membanjir di pasaran,” pungkasnya.

Karena itu, petani tomat diharapkan tenang dengan solusi yang tengah dicarikan oleh Epyardi tersebut. Sebagai pemimpin, Epyardi tidak meninggalkan masyarakat, khususnya petani tomat, yang sedang mengalami masalah.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB