Krisis Air Bersih Menjadi Sorotan APEKSI: PERPAMSI Dorong UU Khusus dan Alokasikan 2% APBN-APBD

Penulis -

Senin, 3 Juni 2024 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balikpapan, Prokabar – Kelangkaan dan kekurangan pasokan air bersih menjadi pembahasan serius dalam pertemuan Asosiasi Perusahaan Air Minum Indonesia (PERPAMSI) di Balikpapan, Kalimantan Selatan.

Pertemuan ini berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Juni 2024 dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PERPAMSI L Ahmad Zaini menekankan perlunya keseriusan pemerintah dalam menangani krisis air bersih.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pihaknya juga mengusulkan pembentukan undang-undang khusus untuk air minum dan sanitasi.

“Hal ini dilakukan agar ada regulasi yang jelas dalam mengatur pengelolaan air di Indonesia. Untuk itu PERPAMSI Keluarkan 6 Rekomendasi,” ujarnya.

Rekomendasi ini akan diserahkan kepada pihak terkait dan dibahas pada puncak pelaksanaan APEKSI.

“Diharapkan rekomendasi ini dapat ditindaklanjuti dan diaplikasikan dalam pengelolaan dan keberlangsungan PDAM kedepannya,” sambungnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengakui perlunya keseriusan pemerintah dalam ketersediaan air bersih.

Pihaknya sangat mendukung usulan UU khusus air minum dan sanitasi.

“Menambahkan pentingnya penetapan kebijakan pengalokasian 2% APBN dan APBD untuk mendukung percepatan dan ketersediaan keberlanjutan pelayanan air minum,” terangnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Hadir dalam kegiatan ini Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang Andri Satria dan puluhan direktur PDAM se-Indonesia.

Krisis air bersih merupakan masalah serius yang perlu segera diatasi. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini, dapat dihasilkan solusi yang konkret dan berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh masyarakat Indonesia. (*/vic)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB