​Keramik China di Laut Mandeh Ditemukan Nelayan

Penulis -

Selasa, 16 Mei 2017 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan – ProKabar. Ada Harta Karun di Perut Perairan Mandeh
 Perairan Mandeh ternyata tidak hanya menyimpan keindahan alam tapi juga hal lain. Di dalam perutnya ada benda yang tidak disangka-sangka, benda bersejarah dari kapal karam zaman lampau. 

Nelayan yang sedang menjaring ikan, secara tidak sengaja menemukan berbagai jenis benda keramik,seperti piring, gelas, koin dan beragam benda lainnya. Penemuan ini terjadi di kawasan Sungai Nyalo, Kawasan Mandeh, Pesisis Selatan, Sumatera Barat, Senin (15/05/2017).

Saat ini harta karun tersebut dikumpulkan untuk diteliti lebih lanjut. Belum diketahui temuan tersebut berasal dari tahun berapa. Kuat dugaan barang barang ini adalah sisa dari kapal yang tenggelam di perairan Mandeh. 

Keramik berupa piring gelas dan perkakas lainnya itu diperkirakan buatan China. Kapal-kapal China dan Portugis memang pernah dilaporkan karam di sana

Kawasan Pesisir Barat sejak dahulu dikenal dengan lalu lintas kapal yang cukup sibuk. Kapal Belanda, Cina dulu mondar-mandir di perairan ini, membawa beragam hasil bumi, sebut saja rempah rempah, emas dan lain lain.

Jalur ini juga menjadi jalur “sutra” laut, karena menghubungkan India dan eropa pada kala itu.

Salah satu bukti sejarah yang masih tersimpan adalah keberadaan MV Boeloengan, yang tenggelam di perairan Mandeh sekitar tahun 1942. Kini para penyelam bisa menikmati kapal kargo milik Belanda di kedalaman 20 Meter. 

Bukti sejarah lain banyaknya peninggalan Belanda di kawasan pesisir ini. Seperti Benteng di Pulau Cingkuak dan pusat listrik mikrohidro di Nagari Tambang.

Laut tenang ini mulai ramai selepas Melaka jatuh ke tangan Portugis pada 1511. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB