Lubuk Basung, Prokabar.com – Jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam terus mendapat tantangan terkait tujuh kasus konflik satwa liar dilindungi dengan manusia. Tujuh kasus itu telah berlangsung sejak awal tahun 2024 ini.
Rusdian P. Ritonga, Kepala BKSDA Resor Agam mengatakan setidaknya telah ada tujuh kasus konflik Harimau Sumatera dan Buaya Muara dengan masyarakat. Kasus pertama awal tahun ini berlangsung di lima titik di Kecamatan Palembayan.
“Ada lima kasus ternak warga mendapat ancaman di Kecamatan Palembayan, seperti di Nagari Salareh Aia, Salareh Aia Timur, Ampek Koto, Sipinang dan Baringin. Satu ekor kambing mati dan dua ekor kerbau cidera,” tuturnya.
Selain di Palembayan, Harimau Sumatera juga memangsa satu ekor kambing milik warga di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah. “Hewan buas itu sempat menyisakan kepala kambing tersebut,” jelasnya.
Serangkan kasus Buaya Muara juga berlangsung di Jorong Masang, Nagari Tiku Limo Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara. “Satu orang warga pencari lokan menjadi korban keganasan Buaya Muara itu. Hal ini kemungkinan akibat habitatnya terganggu,” jelasnya.
Pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan. Bersama tim Pagari atau Patroli Anak Nagari dan masyarakat bekerjasama mengupayakan pengusiran terhadap satwa itu ke habitatnya.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauh dari kawasan habitat satwa liar. Segera melapor dan dapat bekerjasama melakukan penanganan satwa dilindungi ini,” tutupnya. (rud)
















