Bercampur Abu Vulkanik. Peternak Kesulitan Mencari Pakan yang Bersih

Penulis -

Rabu, 7 Februari 2024 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Peternak di nagari Padang Laweh, Tanah Datar mulai kesulitan mendapatkan pakan ternak yang bersih. Hal ini dampak erupsi marapi atau abu vulkanik marapi yang sebarannya hingga ke nagari itu.

Kesulitan mendapatkan pakan ternak yang beraih telah berlansung sejak tiga hari lalu.  Seluruh rumput yang sebelumnya menjadi pakan utama ternak kini telah ditutupi abu vulkanik.

” sejak senin kemarin saya sudah kesulitan mendapatkan rumput. Rumput yang ada sudah tertutup abu marapi,” ujar Sudirman.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Agar bisa dijadikan pakan, rumput yang telah disabit kemudian dicuci sebelum dimakan oleh ternak. Selain itu, ia juga mencari pakan pengganti seperti pohon pisang.

” kalau tidak dicuci (rumput), efeknya sapi bisa sakit, mencret atau batuk,” jelasnya.

Hal senanda juga disampaikan oleh Syamsamir, dimana untuk bisa mendapatkan pakan bagi ternak sapi miliknya, ia harus bekerja ekstra dengan mencuci rumput terlebih dahulu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

” sudah tiga hari rumputnya bercampur abu vulkanik. Kalau kita cari rumput yang tidak ada abu, ya tidak ada disini,” ujarnya.

Berdasarkan catatan pihak nagari, nagari padang laweh berpenduduk sebanyak 1800 jiwa. 90% diantaranya berprofesi sebagai petani dan peternak.

Lebih kurang 350 orang warga nagari Padang Laweh juga memiliki ternak sapi dan kambing disamping berprofesi lain.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

” sejak erupsi besar senin kemarin, peternak di nagari kami ini memang kesulitan mendapatkan pakan. Lebih kurang di nagari kami, minimal satu peternak punya tiga ekor sapi. Jadi, memang dengan adanya erupsi ini sangat bepengaruh terhadap ketersediaan pakan tentunya,” ucap Febri.

Kedepannya lanjut Walinagari, ia akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi pakan pengganti maupun kordinasi terhadap kesehatan ternak dari dampak erupsi marapi ini. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB