180 Hektar Lahan Pertanian di Aia Angek Gagal Panen

Penulis -

Senin, 15 Januari 2024 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Nagari Aia Angek di kecamatan X Koto, Tanah Datar merupakan salah satu nagari yang terdampak guyuran abu vulkanik marapi. Bahkan, abu vulkanik yang menutupi wilayah ini terkategori cukup tebal.

Abu vulkanik mudah didapati dan terlihat seperti menempel didedaunan, pagar dan lantai rumah, bahkan dijalanan.

Walinagari Aia Angek, Riki Mulyadi tidak menampik jika abu vulkanik telah mengganggu aktifitas warga, khususnya bagi masyarakat peladang didaerahnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

” masyarakat kita hampir 90% berprofesi sebagai petani. Mereka berladang di lereng gunung marapi dan saat ini mereka terdampak oleh abu vulkanik,” katanya saat ditemui di kantornya, Senin (15/1/24).

Berdasarkan data nagari lanjutnya, seluas 180 Hektar lahan pertanian terdampak abu vulkanik marapi. Bahkan 95 persen diantaranya mengalami gagal panen.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

” Kemarin kita melaporkan kepada Pemda lahan yang rusak itu lebih kurang 180 Hektar. Angka ini bisa saja bertambah nantinya,” ungkap Walinagari.

Tebalnya guyuran abu yang menutupi nagari Aia Angek, Riki menghimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah.

” kesadaran masyarakat kita masih rendah menggunakan masker. Nantinya kita bersama Pemda juga akan melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga,” tutupnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sementara itu, Jamalis, petani Aia Angek mengaku merugi untuk panen kali ini. Ia juga khawatir untuk memulai kembali berladang, karena erupsi marapi yang masih berkelanjutan

” mau memulai tentu ada, tapi bagaimana dengan marapi yang masih erupsi. Nanti seperti ini lagi hasilnya. Jadi saya liat dulu situasi kedepannya,” ujarnya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB