Pengungsi  Dampak Erupsi Marapi Bertambah Menjadi 112 Orang

Penulis -

Jumat, 12 Januari 2024 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Pegungsi dampak erupsi marapi di Kenagarian Koto Baru, Kecamatan X Koto Tanah Datar bertambah sejak rabu kemarin, (10/1/24). Saat ini, jumlah pengungsi mencapai 112 orang.

” Total yang mengungsi sampai dengan tadi malam sesuai yang terdata 112 jiwa. Masih di wilayah Nagari Koto Baru,” Tulis Camat Koto X Koto, Mukhlis, Jumat (12/1/24).

Lokasi pengungsian kata Mukhlis masih berdekatan dengan musholla tempat pengungsi pertama.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Meski jumlah pengungsi bertambah, namun Pemda Tanah Data belum membentuk dapur umum untuk pengungsi. Meski demikian, pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas terkait untuk ketersediaan dapur umum itu.

” Disamping bahan pokok yang dibawa waktu mengungsi dan ditambah dengan bantuan Pemda Tanah Datar Mukhlis mengaku jika untuk kebutuhan masyarakat masih tercukupi untuk beberapa hari kedepan,” tambahnya.

” Untuk tempat memasak tersedia di tempat pengungsian, dan melihat perkembangan nanti Dinas Sosial siap dengan penempatan dapur umum,” tambahnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara, aktifitas para pengungsi masih berjalan normal, dimana pada siang hari pengungsi khususnya laki laki akan berladang di sekitaran pinggang marapi dan malamnya kembali ke pengungsian untuk beristirahat.

Untuk mencukupi kebutuhan, para pengungsi juga memasak secara swadaya dan goto royong.

Dengan adanya dan bertambahnya pengungsi, Satgas Nagari Koto Baru telah mengaktifkan ronda disekitaran pemukiman warga. Slain mengantisipasi kemungkinan terburuk dari erupsi marapi, ronda juga sebagai upaya mengamankan harta benda masyarakat.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Lara pengungsi umumnya masyarakat peladang yang bermukim di wilayah jalur pendakian marapi atau 4-5 kilometer dari puncak kawah. Mereka ketakutan dengan aktifitas marapi yang meningkat dan mengelurkan dentuman serta lava pijar saat terjadinya erupsi. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB