Angka Kemiskinan Masih Tinggi, Kasus Stunting Cukup Sulit Ditekan Di Pasaman

Penulis -

Rabu, 23 Agustus 2023 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Pasaman lakukan Rakor penanggulangan kemiskinan dan rembuk stunting. (ola)

Pemkab Pasaman lakukan Rakor penanggulangan kemiskinan dan rembuk stunting. (ola)

Pasaman, Prokabar – Kasus stunting masih menjadi perhatian khusus di Sumbar. Dalam memuluskan program penanganan kasus stunting ini pun Pemrov Sumbar menyelaraskan programnya dengan pemerintah kabupaten atau kota yang ada di Sumbar. Termasuk di Pasaman.

Ini terungkap dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan Pemkab Pasaman dengan melibatkan Pemrov Sumbar dan instansi terkait hingga pemerintahan terendah di tingkat nagari.

Bupati Pasaman, Benny Utama menjelaskan, dalam penanganan stunting, perlu rasanya terlebih dahulu penanggulangan kemiskinan. Agar sinkronisasi antar program yang ada di dinas terkait saling mendukung dalam hal memberantas angka kemiskinan sehingga kasus stunting ikut tertekan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berdasarkan data statistik, tingkat kemiskinan kabupaten Pasaman tahun 2021 berada pada angka 7,48% dan pada tahun 2022 yaitu 6,85%. Sedangkan tingkat kemiskinan rata rata Provinsi Sumatera Barat kondisi tahun 2022 hanya 5,92%, Kabupaten Pasaman masih berada di atas tingkat kemiskinan Sumatera Barat.

“Dibandingkan dengan Nasional, Kabupaten Pasaman memang sudah cukup baik karena tingkat kemiskinan Indonesia per September 2022 masih berada diangka 9,57%,” jelas Bupati Bernny.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia juga menyampaikan, prevalensi stunting Kabupaten Pasaman pada tahun 2021 berada pada angka 30,2% dan tahun 2022 pada angka 28,9%. Angka stunting Kabupaten Pasaman masih jauh dari target Nasional pada tahun 2024 pada angka 14%.

“Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 Tahun 2021, dan berdasarkan Instruksi Presiden nomor 4 Tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, kemiskinan ekstrem di seluruh Indonesia ditargetkan 0% pada tahun 2024,” jelas Benny Utama.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Lanjut Benny Utama, berdasarkan data tahun 2022 tingkat kemiskinan ekstrem Kabupaten Pasaman masih berada pada angka 0,24% atau 710 jiwa warga Pasaman masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Bupati Benny Utama berharap koordinasi dan sinergitas bersama melalui verifikasi dan validasi data serta penyusunan dan pelaksanaan program dalam Rakot tersebut berjalan dengan baik dan benar. Sehingga kegiatan yang berkontribusi kepada penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem dapat terwujud. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB