Cincang Tulang Khas Nagari Simabua

Penulis -

Selasa, 11 Juli 2023 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Di kabupaten tanah Datar terdapat profesi yang cukup unik, yaitunya cincang tulang. Bahkan profesi ini mulai langka dan sulit ditemui di nagari asalnya Kenagarian Simabua, Kecamatan Pariangan.

Awaludin, warga Jorong Koto Tuo, Nagari Simabua, Kecamatan Pariangan bisa menjadi satu satunya pecincang tulang yang bisa ditemui.

Cincang tulang merupakan proses pencincangan tulang hingga berbentuk kecil. Hasi cincangan kemudian dijual ke pasar pasar tradisional di Tanah Datar.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Awaludin mengatakan, profesi mencincang tulang telah ia lakoni sejak 20 tahun yang lalu dan diwarisi dari kedua orang tuanya.

” ini untuk bahan baku samba, umumnya tulang yang dicincang adalah tulang sapi,” Jawab Awaludin saat ditemui di dapur pencincangan miliknya di Jorong Koto Tuo, Simabua.

Samba yang dimaksud yaitunya samba lado tulang. Samba lado tulang merupakan makanan khas Nagari Simabua, khususnya di Jorong Koto Tuo.

Seluruh hasil cincangan akan dijual dengan harga Rp. 80 ribu rupiah per kilogramnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Sebelum dicincang, tulang tulang mesti melewati proses penyangaian lebih kurang satu minggu lamanya. Hal ini ditujukan agar tulang menjadi lunak dan tidak mudah busuk.

Setelah itu, kulit luar tulang dikupas hingga terlihat warna putih dan kemudian dipotong hingga bentuk potongan kecil.

” tulang harus dipisahkan dari dagingnya dulu. Baru setelah itu disangai diperapian,” ungkapnya.

Tidak semua bagian tulang yang bisa dicincang lanjutnya. Hanya pada bagian tertentu saja seperti bagian bawah tulang dan atas.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Usai hari raya Qurban, ketersedian tulang tulang sapi cukup melimpah di dapur cincang milik Awaludin. Sebaliknya, jika dihari normal ia mesti mencari tulang hingga ke Kota Padang Panjang untuk mencukupi permintaan pelanggan.

” kalau permintaan itu, bisa mencapai 7 Kilogran satu harinya. Maslahnya kan tulang ini, seperti sekarang melimpah, nanti susah lagi mencarinya,” tutup Awaludin. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB