Harga Jual Dinilai Stabil Petani Lubuk Sikaping Mulai Budidayakan Bawang Merah

Penulis -

Jumat, 30 Juni 2023 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokbar – Budidaya bawang merah mulai dilirik beberapa petani di Pasaman, khususnya di Lubuk Sikaping. Pasalnya, tanaman yang satu ini dinilai minim resiko. Baik itu resiko gagal panen maupun harga yang anjlok selangit. Itu jarang terjadi.

“Bukan tidak ada resiko gagal ataupun rugi, tapatnya itu minim resiko kalau membudidayakan bawang merah. Makanya kita tertarik untuk membudidayakannya,” kata Boi Candra, salah seorang petani bawang di Lubuk Sikaping.

Diakui Boi, dibanding dengan tanaman rivalnya seperti cabai merah ataupun cabai keriting dan cabai rawit, petani cabai seperti main untung-untungan. Pas harga naik tinggi, para petani pas pula musim panen, senyum sumbringah sudah pasti menanti.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Coba pas harga anjlok panennya, apalagi anjloknya seperti telur jatuh ke lantai, berderai, sudah pasti tujuh kerut kening para petani,” kata Boi.

Diakui Boi, dari yang ia amati di pangsa pasar dan pengalaman para petani di daerah luar Pasaman, budidaya bawang merah beresiko rendah untuk rugi. Pasalnya, serendah-rendahnya harga bawang merah, modal dalam penanaman masih bisa dikeluarkan.

“Rendah harga bawang, paling kita rugi di jerih payah bekerja. Tidak rugi materi. Sebab, harga bawang itu serendah-rendahnya tidak pernah makan modal. Itu dari pengalaman petani bawang merah di Tanah Datar dan daerah luar Pasaman lainnya,” jelas Boi.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Perihal gagal panen dan perawatan selama musim tanam diakui Boy juga tergolong rendah. Termasuk untuk kosumsi pupuk dan obat-obatan hama lainnya.

“Gagal panen itu untuk semua komuditi pasti ada, itu tergantung kita petani dalam perawatan lahan maupun tanaman. Kosumsi pupuk juga tidak sebesar pemupukan pada cabai,” jelas Boi.

Selain itu, untuk harga jual pasar saat ini, bawang merah kualitas super atau besar itu sekitar Rp35-40 ribu per kilo, kualitas biasa Rp30-35 ribu per kilo, sedang Rp25-30 per kilo dan untuk yang kecil-kecil Rp10 ribu per kilo.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kalau pas lagi harga turun, jika ada modal lebih, kita petani bisa menahannya untuk tidak dijual hingga harga stabil. Ini tidak akan berpengaruh pada kualitasnya kalau disimpan dengan cara yang tepat. Jika malas dijual untuk yang kualitas kecil, kita bisa mengolahnya jadi bawang goreng. Harganya pun lumayan tinggi,” pungkas Boi. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB