Payakumbuh, Prokabar – Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama membuka kegiatan Kegiatan Sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) untuk Mitra Kerja dan Pemangku Kebijakan Daerah di Aula BIB Kawasan Ibuah Kecamatan Payakumbuh Barat, Sabtu (3/6/2023).
Mengusung tema KIE Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, anggota Komisi IX DPR RI ini mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di berbagai kabupaten dan Kota di Sumatra Barat.
“Kegiatan ini merupakan salah satu sinergi kolaborasi yang strategis dalam upaya mencetak orang tua yang cerdas dan terampil dalam pendampingan dan pengasuhan tumbuh kembang pada anak.” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan stunting bisa dicegah sejak dini dengan perencanaan dalam berumahtangga.
“Kualitas pengasuhan sangat menentukan kualitas generasi penerus yang dilahirkan oleh satu keluarga, sehingga mencetak para orang tua yang cerdas dan terampil dalam pendampingan dan pengasuhan tumbuh kembang pada anak menjadi langkah sangat strategis dalam rangka perencanaan melahirkan generasi penerus yang berkualitas untuk mencegah bayi baru lahir stunting,” sambungnya.
Dirinya juga menjelaskan beberapa hal yang kerap menjadi penyebab stunting diantaranya adalah tidak suksesnya Program KB, ketersediaan air bersih, kecukupan gizi dan sanitasi serta keadaan/kondisi rumah yang tidak layak huni.
Sementara Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh, A. H. Agustion menyebutkan bahwa penuntasan stunting di Kota Payakumbuh butuh bantuan semua pihak, karena keterbatasan Kader yang ada di Payakumbuh.
“Karena keterbatasan kader, kita semua bisa membantu penuntasan dan pencegahan stunting dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Sebab stunting tidak saja disebabkan masalah gizi dan ekonomi, namun juga disebabkan oleh pola asuh,” ucapnya.
Agustion juga menambahkan, penurunan stunting merupakan program prioritas Pemerintah saat ini yang harus dituntaskan, sebab di tahun 2024 nanti target yang ingin dicapai 14 persen.
” Untuk mencapai target 14 persen Stunting di tahun 2024 nanti harus dilakukan bersama-sama, untuk itu perlu peranan semua pihak untuk ikut mendampingi keluarga yang beresiko Stunting,” ucap Agustion.
Dirinya menyebutkan bahwa salah satu kegiatan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh Pemko Payakumbuh adalah Grebek Stunting, yaitu kunjungan kepada keluarga yang beresiko stunting dan diberikan bantuan dalam pemenuhan gizinya.
Sementara itu Kepala BKKB Sumatra Barat yang diwakili dr. Yessy mengatakan bahwa masa awal kehidupan setiap individu merupakan masa paling fundamental dalam keseluruhan tahapan kehidupan atau sering disebut Golden Period yaitu di masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).
“Masa tersebut dimana 80% perkembangan otak seorang manusia dibentuk, untuk itu perlu kita persiapkan dengan sebaik-baiknya. Pengaruh yang ditimbulkan apabila kita mengabaikan masa 1000 HPK akan berakibat pada tingkat kecerdasan sesorang. Secara fisik, tinggi dan berat badan masih bisa di kejar tapi secara kognitif sudah terlambat dan sulit untuk dikejar,” jelasnya.
Sementara itu, dirinya memaparkan bahwa saat ini angka Prevelansi Stunting Nasional 21,26 persen dan diharapkan tahun 2024 bisa turun ke angka 14 persen. Dan di Payakumbuh saat ini angka Prevelansi Stunting sudah cukup baik yakni 17,8 persen.
“Saat ini angka Prevelansi Stunting Nasional 21,26 persen dan diharapkan tahun 2024 bisa turun ke angka 14 persen. Dan di Payakumbuh saat ini angka Prevelansi Stunting sudah cukup baik yakni 17,8 persen,” pungkasnya. (*/pk)
















