Ade Rezki Pratama Ajak Semua Pihak Terlibat dalam Penanganan Stunting

Penulis -

Minggu, 4 Juni 2023 - 00:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, Prokabar – Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama membuka kegiatan Kegiatan Sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) untuk Mitra Kerja dan Pemangku Kebijakan Daerah di Aula BIB Kawasan Ibuah Kecamatan Payakumbuh Barat, Sabtu (3/6/2023).

Mengusung tema KIE Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, anggota Komisi IX DPR RI ini mengajak semua pihak untuk membantu pemerintah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di berbagai kabupaten dan Kota di Sumatra Barat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu sinergi kolaborasi yang strategis dalam upaya mencetak orang tua yang cerdas dan terampil dalam pendampingan dan pengasuhan tumbuh kembang pada anak.” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan stunting bisa dicegah sejak dini dengan perencanaan dalam berumahtangga.

“Kualitas pengasuhan sangat menentukan kualitas generasi penerus yang dilahirkan oleh satu keluarga, sehingga mencetak para orang tua yang cerdas dan terampil dalam pendampingan dan pengasuhan tumbuh kembang pada anak menjadi langkah sangat strategis dalam rangka perencanaan melahirkan generasi penerus yang berkualitas untuk mencegah bayi baru lahir stunting,” sambungnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Dirinya juga menjelaskan beberapa hal yang kerap menjadi penyebab stunting diantaranya adalah tidak suksesnya Program KB, ketersediaan air bersih, kecukupan gizi dan sanitasi serta keadaan/kondisi rumah yang tidak layak huni.

Sementara Kepala Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh, A. H. Agustion menyebutkan bahwa penuntasan stunting di Kota Payakumbuh butuh bantuan semua pihak, karena keterbatasan Kader yang ada di Payakumbuh.

“Karena keterbatasan kader, kita semua bisa membantu penuntasan dan pencegahan stunting dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Sebab stunting tidak saja disebabkan masalah gizi dan ekonomi, namun juga disebabkan oleh pola asuh,” ucapnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Agustion juga menambahkan, penurunan stunting merupakan program prioritas Pemerintah saat ini yang harus dituntaskan, sebab di tahun 2024 nanti target yang ingin dicapai 14 persen.

” Untuk mencapai target 14 persen Stunting di tahun 2024 nanti harus dilakukan bersama-sama, untuk itu perlu peranan semua pihak untuk ikut mendampingi keluarga yang beresiko Stunting,” ucap Agustion.

Dirinya menyebutkan bahwa salah satu kegiatan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh Pemko Payakumbuh adalah Grebek Stunting, yaitu kunjungan kepada keluarga yang beresiko stunting dan diberikan bantuan dalam pemenuhan gizinya.

Sementara itu Kepala BKKB Sumatra Barat yang diwakili dr. Yessy mengatakan bahwa masa awal kehidupan setiap individu merupakan masa paling fundamental dalam keseluruhan tahapan kehidupan atau sering disebut Golden Period yaitu di masa 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Masa tersebut dimana 80% perkembangan otak seorang manusia dibentuk, untuk itu perlu kita persiapkan dengan sebaik-baiknya. Pengaruh yang ditimbulkan apabila kita mengabaikan masa 1000 HPK akan berakibat pada tingkat kecerdasan sesorang. Secara fisik, tinggi dan berat badan masih bisa di kejar tapi secara kognitif sudah terlambat dan sulit untuk dikejar,” jelasnya.

Sementara itu, dirinya memaparkan bahwa saat ini angka Prevelansi Stunting Nasional 21,26 persen dan diharapkan tahun 2024 bisa turun ke angka 14 persen. Dan di Payakumbuh saat ini angka Prevelansi Stunting sudah cukup baik yakni 17,8 persen.

“Saat ini angka Prevelansi Stunting Nasional 21,26 persen dan diharapkan tahun 2024 bisa turun ke angka 14 persen. Dan di Payakumbuh saat ini angka Prevelansi Stunting sudah cukup baik yakni 17,8 persen,” pungkasnya. (*/pk)

 

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB