Pasaman, Prokabar – Malang nian Nasib Gelanggang Olah Raga (Gelora) Tuanku Imam Bonjol di Nagari Tanjung Beringin Utara, Kecamatan Lubuk Sikaping. Begitu memprihatinkan. Tidak terurus.
“Sangat disayangkan,” keluh Ade, salah seorang warga setempat, Sabtu (13/5).
Pantauan Prokabar, Gelora ini dibersihkan kalau ada acara tertentu saja, setelah itu, sunyi. Sampai-sampai rumput sudah mau setinggi lutut dan lumut mewarnai setiap sisi gedung tersebut. Minim perawatan.
Jangankan itu, petugas untuk menjaga kebersihan saja juga tidak ada tampak batang hidungnya. Gelora benar-benar ditinggal begitu saja kalau tidak ada acara. Sampai-sampai, oknum pelajar memanfaatkan lokasi di dalam Gelora untuk kumpul-kumpul di jam sekolah sembari minum-minuman oplos dari obat batuk. Ini terbukti dari banyaknya sampah obat batuk di beberapa sudut Gelora.
“Kalau saja dimanfaatkan dengan maksimal fasilitas yang ada di sekitaran Gelora, sudah pasti ramai dan terbantu perekonomian masyarakat di sisi,” kata Ade.
Sejarahnya, Gelora kebanggaan masyarakat Pasaman ini diresmikan oleh Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin, 26 tahun yang lalu tepatnya 22 November 1997. Tapi sekarang, kondisinya memprihatinkan. Padahal dari Gelora ini, begitu banyak melahirkan atlet berprestasi baik tingkat Sumbar maupaun Nasional.
Masyarakat berharap, pemerintah daerah bisa mengelola lebih baik Gelora ini untuk ke depannya. Mengingat, sarana dan prasarana yang ada di dalamnya begitu dibutuhkan warga. (Ola)
















