BPKP Perwakilan Sumbar Lakukan Penilaian ICORPAX Semen Padang Tahun Buku 2022

Penulis -

Rabu, 3 Mei 2023 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali melakukan penilaian Indonesian Corporate Accountability Index (ICORPAX). Kali ini, penilaian untuk tahun buku 2022 itu diawali dengan kickoff meeting yang dibuka oleh Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, Rabu (3/5/2023).

Bertempat di Ruang Rapat Lantai III Kantor Pusat PT Semen Padang, kickoff meeting tersebut turut dihadiri sejumlah staff pimpinan PT Semen Padang. Di antaranya, Kepala Departemen SDM & Umum, R Trisandi Hendrawan, Kepala Departemen Internal Audit, Mareza Harlan, Kepala Departemen Keuangan, Dedi Zaherdi, Kepala Unit CSR, Rinold Thamrin, dan Kepala Unit GCG, Rausyan Fikri.

Sedangkan dari BPKP Perwakilan Sumbar, kickoff meeting penilaian ICORPAX tahun buku 2022 itu, dihadiri oleh Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara, Heru Setiawan, Pengendali Teknis, Hasanuddin, Ketua Tim Penilaian ICORPAX, Irwan Richardo Pakpahan dengan anggota Leo Sukma, dan sejumlah staff BPKP Wilayah provinsi Sumbar.

Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri dalam sambutan kickoff meeting penilaian ICORPAX tahun buku 2022 menyampaikan bahwa pihaknya sangat mensupport penilaian ICORPAX yang rutin dilakukan setiap tahun oleh BPKP Perwakilan Sumbar. Karena dengan adanya penilaian tersebut, pihaknya akan mengetahui dimana posisi PT Semen Padang.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Untuk penilaian ICORPAX tahun buku 2021, Semen Padang dapat kategori “Baik” dengan skor 76,70 persen. Nah, untuk penilaian ICORPAX tahun buku 2022, mudah-mudahan hasilnya lebih baik dari tahun 2021. Namun yang pasti, di Semen Padang tidak ada perubahan yang mendasar dibandingkan kinerja tahun 2021,” kata Oktoweri.

Sebagai gambaran, sebut Oktoweri, PT Semen Padang adalah anak perusahaan dari SIG. Tentunya, ada sebagaian fungsi company yang sebelumnya ada di PT Semen Padang, kemudian ditarik ke SIG sebagai holding. Di antaranya, KPI finansial, marketing, penetapan harga, pengalokasian dan distribusi. “Jadi, kita secara anak perusahaan lebih fokus pada efisiensi di dalam,” ujarnya.

Terkait kontribusi kepada negara seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), kata Oktoweri melanjutkan, PT Semen Padang mampu mengendalikannya, disamping juga memanfaatkan industri lokal untuk mengurangi devisa keluar. Kemudian dari sisi legal, kepatuhan dan froud, PT Semen Padang sudah mengadopsi ISO 37001.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Untuk itu, kepada tim dari BPKP Perwakilan Sumbar, silahkan memotret bagaimana akuntabilitas korporasi terhadap dukungan pembangunan maupun keuangan, termasuk efektivitas sistem tata kelola korporasi dan juga efektivitas pengendalian froud yang dilakukan di Semen Padang,” ujar Oktoweri.

Sementara itu, Koordinator Pengawasan Bidang Akuntan Negara BPKP Perwakilan Sumbar, Heru Setiawan, menyampaikan ICORPAX ini dilakukan dalam rangka menilai akuntabilitas dari BUMN, termasuk anak perusahaan BUMN yang tujuannya untuk melihat peran dari sisi pembangunan maupun keuangannya terhadap pemerintah Indonesia. Karena, BUMN adalah bagian dari kekayaan atau aset negara yang dipisahkan.

“Jadi untuk melihat akuntabilitasnya, kami nanti fokus pada kinerja terhadap keuangan dan pembangunan, termasuk bagaimana Good Corporate Governance atau GCG-nya. Karena, ranah kami disitu. Hasil penilaian ICORPAX ini nanti akan diberikan dalam bentuk skor. Dan, pada akhirnya hasil ini menjadi bagian dari laporan Presiden pada triwulan II,” katanya.

Dalam penilaian ICORPAX, sebut Heru Setiawan, ada lima dimensi penilaian yang masing-masing dimensi tersebut, terdapat beberapa indikator. Dimensi pertama, yaitu akuntabilitas korporasi pada pembangunan dengan indikatornya, yaitu tingkat kinerja korporasi dan tingkat dukungan korporasi pada agenda pembangunan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dimensi kedua, akuntabilitas korporasi pada keuangan negara dengan indikatornya adalah tingkat kesehatan keuangan korporasi dan tingkat dukungan korporasi pada keuangan negara (dividen, pajak). “Untuk dimensi pertama dan dimensi kedua ini, bobot nilainya masing-masing 20 persen,” ujarnya.

Kemudian dimensi ketiga, katanya melanjutkan, adalah kepatuhan dan efektivitas operasional. Pada dimensi ini, ada 30 bobot penilaian dengan lima indikatornya, yaitu tingkat kepatuhan korporasi, tingkat efektivitas pelaksanaan TJSL, tingkat kepuasan, tingkat efektivitas proses bisnis dan tingkat efektivitas pengelolaan aset.

Selanjutnya dimensi yang keempat, efektivitas sistem tata kelola korporasi dengan bobot penilaian 20 persen. Untuk indikatornya, yaitu tingkat efektivitas tata kelola (GCG), tingkat efektivoitas manajemen risiko, tingkat kapabilitas satuan pengawas internal dan tingkat efektivitas sistem pengendalian internal.

Terakhir dimensi kelima, adalah efektivitas pengendalian fraud dengan bobot penilaiannya 10 persen. Indikatornya terdiri dari anti-fraud policy, froud risk assesment, foud detektion, prevention and correction, dan tingkat kejadian fraud. “Penilaian ICORPAX dio Semen Padang ini akan berlangsung selama 15 hari kerja,” pungkas Heru Setiawan. (*/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB