Padang, Prokabar – Anggota DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman mempertanyakan sikap Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang belum merestui susunan pengurus KONI Sumatera Barat 2021-2024 untuk dilantik Ketum KONI Pusat.
“Susunan Kepengurusan KONI Sumatera Barat yang telah ditetapkan sesuai hasil Musorprovlub, bahkan telah direvisi sesuai masukan pihak terkait. Namun hingga saat ini belum juga ada pelantikan,” sebut Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumbar ini.
Evi Yandri mempertanyakan, apakah ini kaitannya dengan unsur politik, karena ada pihak yang tidak disukai Gubernur Sumbar atau lingkarannya di dalam kepengurusan saat ini.
“Kita minta jangan ada politisisasi, jangan karena orang yang tidak disukai maka olahraga Sumbar yang jadi korban,” tambah Evi Yandri.
Ia meminta Gubernur Sumbar lebih arif dalam menyikapi persoalan ini, karena dampaknya luas terhadap olahraga Sumatera Barat, seperti pembinaan atlet, iven dan kompetisi.
DPRD Sumbar sendiri telah menganggarkan dana Rp4,5 miliar untuk dana operasional tahun ini, namun jika tidak dilakukan pelantikan, tentu anggaran itu tak dapat digunakan serta menganGgu operasional pembinaan olahraga di provinsi Sumatera Barat.
“Ada dana atlet yang belum cair sepanjang tahun 2022, harusnya itu jadi pelajaran, karena dana itu kembali ke kas daerah, hanya karena persoalan administrasi yang tak mampu diprioritaskan,” Evi Yandri menekankan.
Belum lagi persiapan cabor menyongsong Pra PON, Porwil Kejurnas dan lainnya, guna meraih tiket PON 2024 yang digelar pada tahun ini,” lanjutnya.
Anggota DPRD Sumbar dapil Kota Padang ini juga mengatakan, tahun ini atlet Sumbar harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Pra PON maupun Porwil, untuk meraih tiket lolos ke PON Aceh Sumut 2024.
“Bagaimana mereka melakukan persiapan jika anggaran tidak ada, hanya karena kepengurusan Koni Sumbar belum dilantik. Ini tentu tidak boleh berlarut-larut dan gubernur harus ambil langkah cepat,” sebut Evi Yandri.
Penetapan pengurus KONI Sumbar ini bahkan jauh lebih dahulu dari pengurus KORMI, yang merupakan olahraga rekreasi dan mereka dilantik pada Kamis (15/3).
“Jangan karena ambisi politik gubernur mengorbankan olahraga Sumbar. Hanya karena gubernur yang menjadi Ketua KORMI jadi jalannya lempang,” tutup Evi Yandri Rajo Budiman.(adh)
















