Usaha Pemancingan Danau Maninjau, Alternatif Usaha Perekonomian Masyarakat

Penulis -

Rabu, 8 Februari 2023 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar – Setelah berkembang banyaknya masyarakat luar Danau Maninjau masuk dan melakukan aktifitas mancing, memicu masyarakat selingkar untuk menyediakan tempat.

Usaha itu akhirnya berkembang menjadi ladang usaha baru masyarakat di tepian Danau Maninjau berupa penyediaan jasa lokasi pemancingan.

Menurut Ardiansyah Basa Nagari, salah seorang penyedia jasa lokasi pemancingan di tapian surau, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamata Tanjung Raya, Kabupaten Agam, usaha itu sudah berlangsung sejak delapan tahun yang lalu. Awalnya belum terlalu ditekuni karena ada sejumlah usaha alternatif lainnya.

“Awalnya hanya sebatas sampingan, karena pada saat itu saya pernah ikut menjadi petani keramba jaring apung. Namun karena dilanda musibah tubo belerang, saya harus memutar otak untuk mengalihkan usaha agar tidak terburuk dalam keadaan sulit,” ungkapnya kepada Prokabar.com, Selasa (7/2).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Lokasi yang dikelolanya itu saat ini cukup ramai dikunjungi para Pamancing dari berbagai daerah. Selain pemancing dari agam, juga datang dari daerah Batusangkar, Payakumbuh, Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman Barat, Pasaman Timur, Pariaman bahkan dari Riau.

“Usaha ini cukup menjanjikan kehidupannya dan masa depan anak-anak saya. Meski berjalan sederhana dan bertahap secara bertahap, akan tetapi cukup memberi kehidupan pada kami,” terangnya.

Sebelumnya berbagai usaha ekonomi telah di lakoni, termasuk mengelola keramba jaring apung. Karena sering merugi, alih profesi harus dilakukannya. Selain usaha ini tidak sebesar usaha perikanan keramba, juga sangat ramah lingkungan. Sehingga menjadi alternatif pengalihan usaha masyarakat dari KJA ke sektor usaha lainnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Usaha ini sudah saya ditekuni hampir delapan tahun yang lalu. Dengan modal seadanya dengan rumah kontrakan di tepian danau, cukup berhasil menyediakan sarana prasarana para pemancing. Berdasarkan banyak pengalaman dan pelayanan prima kepada pengunjunga, menjadi bagian terpenting dalam usaha tersebut,” tuturnya.

Selain menyediakan tempat dan berbagai kuliner khas Danau Maninjau, di lokasi juga disediakan untuk pengunjung berupa colokan kabel untuk cas henpone, karpet lantai, kain penutup angin dan tempat duduk pemancing.

“Kunjungan setiap hari cukup ramai dan selalu ada yang datang. Jika di hari-hari libur besar, seperti lebaran Idul Fitri atau Idul Adha maupun libur hari besar lainnya, pendapatan mencapai satu hingga dua juta rupiah dalam sehari. Jika pendapatan rata-rata perbulan, pendapatanya mencapai tiga juta hingga empat juta rupiah,” terangnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ardiansyah menambahkan, di Selingkar Danau Maninjau sudah cukup banyak tempat penyedia jasa tempat pemancingan. Komunitas penyedia pemancing juga telah banyak dibentuk. Baik secara kehidupan nyata maupun di berbagai media sosial.

“Melalui wadah ini memperkuat silahturahmi, komunikasi, komunikasi dan informasi kami antara penyedia jasa dengan para komunitas pemancing mania dari berbagai daerah. Dan usaha ekonomi itu cukup menjanjikan bagi kehidupan masyarakat saat ini. Berharap usaha ini terus berkembang memajukan kesejahteraan masyarakat secara luas,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB