Maninjau, Prokabar – Setelah berkembang banyaknya masyarakat luar Danau Maninjau masuk dan melakukan aktifitas mancing, memicu masyarakat selingkar untuk menyediakan tempat.
Usaha itu akhirnya berkembang menjadi ladang usaha baru masyarakat di tepian Danau Maninjau berupa penyediaan jasa lokasi pemancingan.
Menurut Ardiansyah Basa Nagari, salah seorang penyedia jasa lokasi pemancingan di tapian surau, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamata Tanjung Raya, Kabupaten Agam, usaha itu sudah berlangsung sejak delapan tahun yang lalu. Awalnya belum terlalu ditekuni karena ada sejumlah usaha alternatif lainnya.
“Awalnya hanya sebatas sampingan, karena pada saat itu saya pernah ikut menjadi petani keramba jaring apung. Namun karena dilanda musibah tubo belerang, saya harus memutar otak untuk mengalihkan usaha agar tidak terburuk dalam keadaan sulit,” ungkapnya kepada Prokabar.com, Selasa (7/2).
Lokasi yang dikelolanya itu saat ini cukup ramai dikunjungi para Pamancing dari berbagai daerah. Selain pemancing dari agam, juga datang dari daerah Batusangkar, Payakumbuh, Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman Barat, Pasaman Timur, Pariaman bahkan dari Riau.
“Usaha ini cukup menjanjikan kehidupannya dan masa depan anak-anak saya. Meski berjalan sederhana dan bertahap secara bertahap, akan tetapi cukup memberi kehidupan pada kami,” terangnya.
Sebelumnya berbagai usaha ekonomi telah di lakoni, termasuk mengelola keramba jaring apung. Karena sering merugi, alih profesi harus dilakukannya. Selain usaha ini tidak sebesar usaha perikanan keramba, juga sangat ramah lingkungan. Sehingga menjadi alternatif pengalihan usaha masyarakat dari KJA ke sektor usaha lainnya.
“Usaha ini sudah saya ditekuni hampir delapan tahun yang lalu. Dengan modal seadanya dengan rumah kontrakan di tepian danau, cukup berhasil menyediakan sarana prasarana para pemancing. Berdasarkan banyak pengalaman dan pelayanan prima kepada pengunjunga, menjadi bagian terpenting dalam usaha tersebut,” tuturnya.
Selain menyediakan tempat dan berbagai kuliner khas Danau Maninjau, di lokasi juga disediakan untuk pengunjung berupa colokan kabel untuk cas henpone, karpet lantai, kain penutup angin dan tempat duduk pemancing.
“Kunjungan setiap hari cukup ramai dan selalu ada yang datang. Jika di hari-hari libur besar, seperti lebaran Idul Fitri atau Idul Adha maupun libur hari besar lainnya, pendapatan mencapai satu hingga dua juta rupiah dalam sehari. Jika pendapatan rata-rata perbulan, pendapatanya mencapai tiga juta hingga empat juta rupiah,” terangnya.
Ardiansyah menambahkan, di Selingkar Danau Maninjau sudah cukup banyak tempat penyedia jasa tempat pemancingan. Komunitas penyedia pemancing juga telah banyak dibentuk. Baik secara kehidupan nyata maupun di berbagai media sosial.
“Melalui wadah ini memperkuat silahturahmi, komunikasi, komunikasi dan informasi kami antara penyedia jasa dengan para komunitas pemancing mania dari berbagai daerah. Dan usaha ekonomi itu cukup menjanjikan bagi kehidupan masyarakat saat ini. Berharap usaha ini terus berkembang memajukan kesejahteraan masyarakat secara luas,” tutupnya. (rud)
















