Paninjauan, prokabar – Badan jalan yang menghubungkan antara Nagari Paninjauan, Kecamatan X. Koto, Tanah Datar dengan Kota Padang Panjang, kembali terban, Minggu (1/1/2023) malam setelah hujan deras mengguyur sejak siang.
Sekarang, kondisi jalan yang terban itu, tepatnya di Sungai Talang, Jorong Hilie Balai semakin mengkhawatirkan untuk dilewati, karena badan jalan kurang separo yang tersisa.
Bahkan akibat terbannya badan jalan tersebut nyaris memakan korban. Jelang maghrib, satu unit minibus sempat terjebak dan nyaris terseret jalan terban dan arus air yang cukup deras. .
Namun, berkat usaha keras dan bantuan warga sekitar, mobil yang tersangkut tersebut berhasil di evakuasi. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian yang cukup menegangkan dan menyita perhatian warga sekitar.
Menurut pengakuan salah seorang warga, Ridwan, jalan tersebut memang rawan terban. Karena kalau hari hujan, mengakibatkan air selokan akan naik ke badan jalan dengan debit yang cukup besar.
“Ini yang membuat badan jalan tergerus dan akhirnya terban, karena tak kuat menahan tekanan air.”katanya kepada prokabar.com, minggu malam

Sebenarnya sekitar sebulan lalu ditempat yang sama sudah terban, bahkan sempat membuat transportasi terputus.
Setelah diperbaiki oleh Dinas PU Kabupaten Tanah Datar, ternyata kurang sebulan sudah terban lagi, bahkan kondisinya semakin parah.
Barangkali perbaikan baru bersifat sementara dan belum permanen, karena hanya ditanggulangi dengan memakai pasir karung dan ditimbun juga dengan pasir.
Dengan kondisi musim hujan, dan air di selokan sering meluap ke badan jalan, akibatnya perbaikan itu tak bertahan lama.
Ridwan berharap Pihak Pemkab segera memperbaiki jalan ini lebih baik, karena jalan ini sangat vital bagi masyarakat Paninjauan. Terutama bagi warga yang membawa hasil bumi dan produk pertanian mereka ke Pasar Padang Panjang ataupun Pasar Padang Luar.
“Jalan ini kerap menjadi jalan alternatif atau jalan tikus, jika jalur Padang Panjang mengalami macet. Makanya jalan ini perlu diperkuat di tempat-tempat yang rawan.”tutupnya yang diamini oleh warga lainnya. (*)
















