Doha, prokabar – Jalan nasib seorang pesepakbola tidak ada yang tahu. Tapi ada hal yang tak terduga yang bisa terjadi. Sebut saja, Hwang Hee-chan yang dulu dikalahkan Indonesia di level junior, kini jadi pahlawan Korea Selatan di Piala Dunia 2022.
Korea Selatan berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Kepastian ini didapat menyusul kemenangan 2-1 atas Portugal, Jumat (2/12) malam WIB.
Portugal unggul lebih dulu lewat gol Ricardo Horta, sebelum disamakan Kim Young-Gwon. Hwang menjadi pembeda lewat golnya jelang pertandingan berakhir.
Hwang Hee-chan sedianya baru turun di menit ke-66 menggantikan Lee Jae-sung. Siapa menyangka satu-satunya tembakan on target pemain 26 tahun itu mengantarkan Taeguk Warriors ke fase gugur.
Hwang Hee-chan merupakan pemain kelahiran 26 Januari 1996 jebolan akademi Pohang Steelers. Dia direkrut Red Bull Salzburg pada 2015 dan menghabiskan lima tahun di sana.
Pada 2020, Hwang diboyong ke RB Leipzig dan dipinjamkan ke Wolverhampton Wanderers setahun berikutnya. Wolves membelinya secara permanen pada 2022 dengan kontrak berdurasi empat tahun.
Karier internasional Hwang bersama Korea Selatan dimulai sejak level junior. Dia membela tim nasional kelompok umur hingga akhirnya debut di level senior pada 2016.
Hwang pernah menghadapi Timnas Indonesia U-19 pada kualifikasi Piala Asia U-19 2014. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Korea Selatan tumbang 2-3 di tangan Garuda Nusantara 2-3.
Evan Dimas menjadi bintang kemenangan Indonesia lewat tiga golnya. Gol Korea Selatan dibukukan Seol Tae-su dan Seo Myeong-won.
Delapan tahun berselang, Hwang Hee-chan dan Korea Selatan tampil di Piala Dunia 2022 dan menembus fase gugur. Timnas Indonesia sampai saat ini belum kesampaian bermain di pentas tertinggi sepakbola dunia itu.

Sedangkan Evan Dimas, bintang Indonesia waktu itu, justru kini semakin redup. Diu klubnya Arema FC, dia juga bukan pilihan utama lagi. Di Timnas, sejak Piala AFF 2021 dia tak pernah lagi dipanggil pelatih Timnas, Shin Tae Yong.
Perjalanan karier sang pencetak hattrick ke gawang Korsel U-19 pada 2013, Evan Dimas, berbeda 180 derajat dengan Hee-chan.
Setelah laga itu, sebagian besar karier Evan Dimas dihabiskan di Indonesia. Kalaupun merantau hanya ke negara tetangga, Malaysia, memperkuat Selangor FA.
Itu pun hanya sekejap pada 2018. Selebihnya, gelandang 27 tahun ini memperkuat Bhayangkara FC, Barito Putera, Persija Jakarta, dan Arema FC.
Kiprahnya bersama timnas Indonesia saat ini juga sedang hiatus. Evan Dimas kali terakhir tampil bersama Skuat Garuda pada Piala AFF Desember tahun lalu. Setelah itu, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong tidak pernah memanggilnya kembali.
Namun dalam usianya yang baru 27 tahun, masih banyak kesempatan bagi Evan Dimas untuk memperbaiki diri dan kembali bermain bersama Timnas Indonesia. Tapi tentu tak bisa dibandingkan lagi dengan Hwang He-Chan yang sudah mendunia. (*)
















