
Oleh: Rizal Marajo
(Wartawan Utama);
966-LPDS/WU/DP/XI/2012/09/08/72
Piala Dunia 2022 di Qatar, sudah resmi bergulir, Minggu (20/11) malam WIB. Walau dinilai tak seheboh opening ceremony Piala-Piala Dunia sebelumnya, tapi Qatar tetap mampu membuat dunia takjub.
Qatar telah membuktikan mereka sanggup jadi tuan rumah iven olahraga terbesar itu dengan cara yang sangat elegant dan ramah. Konsep acara yang simple, tapi sangat bersahabat dan terbuka, adalah cara cerdas yang dipilih Qatar.
Banyak isu kontroversial menerpa Qatar menjelang Piala Dunia dimulai, tapi negara The Maroon itu tak gentar.
Digoyang mulai dari isu pelanggaran HAM, perlakuan buruk terhadap pekerja infrastruktur, sampai kecaman dari negara peserta yang menyebut sebuah kegilaan menggelar Piala Dunia di tengah kompetisi yang sedang berjalan.
Namun Qatar tetap kukuh mempertahankan prinsip dan identitas mereka sebagai sebuah negara. Untuk hal ini, Qatar tak main-main, semua gaya atau perilaku yang dianggap menyalahi aturan sebagai negara muslim, dilibas.
Sebut saja, tak ada tempat untuk alkohol, sex bebas, LGBT, atau pertunjukan urat, semuanya tabu di Piala Dunia kali ini. Sanksi sudah menanti jika ada yang coba-coba melanggar.
Itulah Qatar, negara kecil yang tercatat sebagai negara terkaya di dunia saat ini. Mereka tak gampang didikte negara-negara besar yang mengaku lebih hebat sebagai tuan rumah sebuah Piala Dunia. Qatar tak runtuh diserang dan disudutkan dari berbagai sisi dengan isu-isu minor.
Uang senilai 250 miliar dollar AS atau setara Rp3000 triliun lebih yang mereka investasikan untuk Piala Dunia kali ini, tidak akan sia-sia. Cita-cita Qatar sangat tinggi. Mereka ingin dikenang sebagai salah satu penyelenggara Piala Dunia terbaik.
Show must go on! apapun kata dunia, pertunjukan sudah dibuka dan akan terus bergulir sampai pertandingan final selesai digelar 18 Desember mendatang di Lusail Iconic Stadium di Lusail.
Hayya…hayya….hayya, Nikmati Qatar 2022.(*)
















