Alu Katentong, Kesenian Tradisional Khas Nagari Padang Laweh

Penulis -

Senin, 14 November 2022 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Alu Katentong, merupakan sebuah kesenian khas yang berasal dari Nagari Padang Laweh, Kabupaten Tanah Datar. Kesenian tradisional ini biasanya ditampilkan setiap kegiatan prosesi adat dan pesta perkawinan.

Rosmaini, bundo kanduang Nagari Padang Laweh saat pameran permainan anak nagari di Istano Salinduang Bulan menyampaikan, kesenian Alu Katentong sudah ada semenjak zaman batu, dan terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

” ini terlihat dari penggunaan peralatan berupa kayu dan batu, serta bukan besi, logam dan sejenisnya. Pada mulanya hanya menggunakan alu penumbuk padi di lesung batu,” katanya, minggu (13/11).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Peralatan yang digunakan dalam penampilan kesenian Alu Katentong diantaranya Alu atau sejenis kayu panjang yang secara umum digunakan untuk menumbuk padi. Alu yang digunakan berukuran panjang 4-5 meter.

Kayu yang digunakan bukan kayu sembarangan dan biasanya jenis kayu
surian dan kayu bayua. Kayu ini dinilai tahan apabila dipukulkan pada batu nantinya.

Batu pipih, batu berukuran tipis dengan permukaan datar dan licin. Warga Padang Laweh sendiri menyebutnya dengan batu nan alah mati.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kemudian ada Lasuang atau lesung, yaitu batu berbentuk lingkaran serta berlobang pada bagian tengahnya. Biasanya digunakan untuk menumbuk padi secara tradisional.

Dalam penampilannya, biasanya pemain alu katentong akan memasukan sedikit padi kedalam lasuang.

Kemudian Lantak, yaitu ranting pohon yang ditancapkan atau ditanam ke dalam tanah, dan biasanya ditanam antara batu pipih.

Bundo kanduang pemain Alu Katentong rata-rata orang sudah berumah tangga. Bundo kanduang menggunakan tikuluak, baju kuruang sulam ameh, salempang serta basaruang kodek.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Uniknya, memainkan Alu Katentong mesti dalam jumlah bilangan ganjil seperti 5, 7, 9, 11, dan 13 orang. Adapun lagu yang didendangkan seperti lagu Talipuak Layua, lagu Alang Babega, dan lagu Balalu.

“di samping sebagai hiburan, pada upacara perhelatan perkawinan dahulunya itu biasanya dimainkan pada pagi hari. Ini menandakan adanya pesta dan media informasi untuk mayasarakat kampung saya,” tutup Nasrul Chaniago, Tokoh Muda Nagari Padang Laweh. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB