Perhimpunan KB PII Sumbar : Polisi Harus Basmi Premanisme di PGAI

Penulis -

Jumat, 4 November 2022 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Sumatera mendesak aparat kepolisian untuk membasmi perilaku premanisme terhadap Yayasan atau Sekolah Persatuan Agama Islam (PGAI) di Jati, Padang.

Ketua Ketua Perhimpunan KB PII Sumatera Barat, H. Eyunus, SH menyatakan premanisme di PGAI terlalu vulgar, secara bergerombolan mereka masuk ke sebuah badan hukum/satuan pendidikan dan mempertontonkan kekerasan

“Mereka dengan leluasa masuk dan memukul kepala sekolah. Pemukulan juga dilakukan terhadap anak atau anggota keluarga kepala sekolah yang berusaha melindungi Ayahnya dari pemukulan,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pemukulan bahkan dilakukan di hadapan guru-guru dan siswa SMA PGI Padang. Ini keterlaluan.

“Mereka menganggap seperti tak ada hukum saja. Padahal, Jati itu sangat dekat wilayah hukum Polresta atau Polda Sumatera Barat,” ujarnya.

“Kami menduga ada aktor intelektual atau “orang kuat” yang mendalangi premanisme ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Aparat kepolisian harus bertindak cepat. Tidak hanya memproses secara adil laporan dugaan penganiayaan yang telah dilaporkan oleh Saudara Yurnalis, selaku kepala sekolah dan anaknya Saudara Taufikul Hakim yang juga menjadi korban.

“Namun secara Presisi ke depan, aparat kepolisian harus memberikan rasa aman pada mereka yang bekerja dan bernaung di PGAI,” jelasnya.

Dalam hal ini, diharapkan aparat lebih responsif. Tidak hanya menunggu laporan. Itulah Presisi yang menjadi motto Kapolri.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“PGAI itu asset ummat. Tidak boleh ada premanisme, atau anasir jahat yang ingin menguasai PGAI secara ilegal,” tambahnya.

Jika ada ada pertikaian, maka hukumlah yang harus menjadi panglima penyelesaian. Bukan kekerasan/premanisme.

“Selaku organisasi Alumni PII, kami akan mengawal kasus ini. Kami juga akan mencoba berkoordinasi dengan aparat hukum yang ada di daerah, ataupun di pusat,” pungkasnya. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB