JAKARTA, prokabar – Desakan kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan untuk mundur dari jabatannya usai Tragedi Kanjuruhan terus bergulir. Tidak hanya dari pecinta sepakbola Indonesia, keluarga korban kanjuruhan juga memintanya untuk berhenti.
Pria yang akrab disapa alias Iwan Bule perlu menyontoh pendahulunya Azwar Anas yang mundur dari jabatan setelah desakan publik begitu tajam.
Sekadar kilas balik, Azwar Anas mundur sebagai ketua umum PSSI setelah skandal sepak bola gajah yang terjadi di masa kepemimpinannya. Azwar Anas pun diganti oleh Agum Gumelar.
Azwar Anas menjabat sebagai ketua umum PSSI pada periode 1991-1998. Beberapa terobosan positif sempat dilakukan di masa kepemimpinannya.
Salah satunya adalah keputusan menggabungkan kompetisi Galatama dan Perserikatan pada tahun 1995. Hal itu melahirkan kompetisi model baru, yakni Liga Indonesia. Itu menjadi pondasi awal kompetisi profesional Tanah Air yang bernama Indonesia Super League. Kini, kompetisi tersebut telah berganti nama menjadi Liga 1.
Azwar Anas sempat menjalankan proyek pelatnas jangka panjang di Italia. Hal itu dia lakukan dengan bekerja sama dengan klub Liga Italia, Sampdoria. Timnas Indonesia U-19 dikirim ke Italia untuk berkiprah di kompetisi usia muda Primavera (1993-1994) dan Baretti (1995-1996).
Program tersebut lalu melahirkan sejumlah pemain berbakat Tanah Air, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, dan Kurnia Sandy. Namun demikian, masa kepemimpinannya tidak terlepas dari kasus kontroversial.
Kasus yang paling disorot publik adalah sepak bola gajah di Piala AFF 1998. Saat itu, bek Timnas Indonesia bernama Mursyid Effendi, dinyatakan bersalah karena sengaja menjebol gawangnya sendiri saat Timnas Indonesia melawan Thailand di babak penyisihan grup.
Adapun tujuan Mursyid mencetak gol bunuh diri agar Timnas Indonesia terhindar dari tuan rumah Vietnam di babak semifinal Piala Tiger. Bek asal Persebaya Surabaya itu pun dihukum FIFA larangan tampil di level internasional seumur hidup.
Indonesia juga mendapatkan hukuman denda sebesar 40 ribu dollar AS oleh FIFA. Saat itu, PSSI sejatinya diberikan kesempatan banding, tetapi hal itu tidak dilakukan oleh federasi. Azwar Anas pun dikritik tajam publik Tanah Air.
Dia dianggap kurang tegas memimpin PSSI. Azwar Anas pun dengan berjiwa besar mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PSSI.
Kini, Iwan Bule diharapkan publik berbesar hati untuk mundur dari jabatan Ketum PSSI karena tragedi di Stadion Kanjuruhan yang menelan 131 korban jiwa.
Tapi berharap Iwan Bule mundur sepertinya akan sulit terwujud, karena yang bersangkutan terang-terang memberikan isyarat tidak akan meninggalkan kursinya.
Desakan Netizen, bahwa petisi yang memintanya mundur dan sudah ditanda-tangai puluhan ribu orang ditanggapinya dengan dingin. Dia bersikukuh menyalahkan Panpel dalam kasus Kanjuruhan. “Salam untuk Netizen ya.”katanya sambil tertawa kepada wartawan beberapa hari lalu.(*)
















