Padang, Prokabar – Festival Sipak Rago Pauh IX Cup kembali dihelat pada akhir dan awal pekan ini, (17-18/7) 2022. Iven ini telah menjadi iven berkelanjutan, setelah sebelumnya iven yang sama juga dihelat pada Juni 2021 lalu di kampung tangah, kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Berbeda dari tahun sebelumnya, iven yang kini dinamakan Festival Sipak Rago ini, dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Festival ini berhasil dihelat berkat kerjasama antara Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman.
Evi Yandri yang juga Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari Pauh IX menyebut, berbeda dengan tahun sebelumnya, yang dihelat secara swadaya, iven kali ini, dihelat sebagai bagian dari pokok-pokok pikiran dirinya sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.
“Selain lebih banyak peserta yang hadir, tentunya jumlah hadiah sebagai apresiasi kepada pemenang, tentu dapat lebih besar, dan juga mampu meningkatkan motivasi pegiat atau atlet sipak rago di padang dan juga kabupaten kota lainnya yang jadi peserta,” sebut Evi Yandri Rajo Budiman, saat pembukaan festival Sipak Rago.
Iven ini memperebutkan total 30 juta rupiah, dimana juara pertama akan mendapatkan 8 juta rupiah.
Sebelumnya juga telah diberikan pembekalan pada Juni lalu. Kepada tak kurang 100 orang pegiat olahraga Sipak Rago di Kota Padang di kawasan Museum Adityawarman.
Dalam pembukaan Festival Sipak Rago, Evi Yandri juga menjelaskan latar belakang Sipak Rago, yang dia ketahui dari para orangtua terdahulu.
“Sipak Rago ini, sejatinya menjadi bagian dari para pesilat atau pejuang terdahulu, sebagai antisipasi pelarangan oleh belanda kepada pribumi yang ingin berlatih silat. Akhirnya, para tuo silat mengakalinya dengan berlatih sipak rago,” tambah anggota komisi empat DPRD Sumbar ini.
Sementara dalam pembukaan, Kadis Kebudayaan Sumbar Syaifullah menyampaikan, sebagai satu dari sepuluh seni tradisi yang harus dikembangkan, Sipak Rago juga telah masuk rencana, untuk diajukan sebagai warisan harta non benda.
Usai berlangsung selama dua hari, enam tim berhasil menjadi finalis.
Masing-masing, tim Jiluju RC, Tujuh Ragam, Baringin Tabek, Gang Beton, Ruyuang putih, dan tim Kasang Saiyo.(adh)
















