Harga Sayur Mayur di Pasar Padang Panjang Beragam, Cabai Semakin jadi “Primadona”

Penulis -

Kamis, 9 Juni 2022 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktifitas di Pasar Sayur Bukit Surungan padang Panjang (Kominfo)

Aktifitas di Pasar Sayur Bukit Surungan padang Panjang (Kominfo)

Padang Panjang, prokabar – Harga sayur-sayuran di Pasar sayur Bukit Surungan, Padang Panjang, terpantau mengalami kenaikan yang cukup signifikan, Kamis (9/6) untuk sejumlah produk. Yang paling “primadona” adalah harga cabai merah, menembus harga Rp70 ribu/kg di tingkat petani.

Menurut pengakuan para petani, harga cabai sudah mulai merangkak naik sejak dua minggu terakhir. Tapi hari ini semakin “pedas”, dan petani bisa menjual hasil panen cabainya dengan harga Rp70 ribu/kg.

Hal ini membuat para petani di kawasan Padang Panjang dan sekitarnya, bisa tersenyum senang. Apalagi selama ini ini para petani selalu dihadapkan dengan harga yang dibawah standar, sementara harga pupuk dan pestisida terus naik.

Amrizal, seorang petani yang hari ini ke pasar membawa hasil panen cabai sekitar 120kg, berharap harga bagus ini bisa bertahan lama. “Alhamdulillah, terobat juga jariah kalau harga bagus begini,”ujarnya malu-malu.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Bagaimana tidak, sekali lacuik ke pasar, lelaki 54 tahun ini bisa membawa pulang Rp8 juta lebih. Pekan depan dia akan ke pasar lagi, membawa hasil cabainya yang sedang puncak-puncaknya berbuah. “Mudaha-mudahan harga seperti terus bertahan.”harapnya.

Selain cabai merah, sejumlah produk pertanian juga mengalami kenaikan yang cukup melegakan para petani. terong misalnya, bisa dihargai dengan Rp7-8 ribu/kg. Biasanya hanya Rp-3-4 ribu saka per kg.

Seledri dan selada kering yang juga produk andalan petani di nagari-nagari sekita Padang Panjang juga mengalami kenaikan. Seledri bisa mencapai Rp25-30 ribu/kg. Sedangkan selada kering dihargai Rp22 ribu/kg.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Bunga kol, sawi putih, bawang merah, juga termasuk komoditi yang harganya naik di pasar Padang Panjang. Sawi putih yang satu karung isinya cuma 30 buah paling banyak, bisa menembus harga Rp120 ribu/kg.

Sedangkan kembang kol membuat para petaninya tersenyum, karena harganya bisa mencapai Rp13 ribu/kg. Sementara bawang merah kategori super, harganya mencapai Rp45 ribu/kg.

Aktifitas di pasar sayur Bukit Surungan, Padang Panjang. (kominfo)

Ada yang naik, tapi ada juga yang turun. Misalnya awang daun yang satu kilogramnya hanya seharga Rp4 ribu. Demikian juga jahe, yang diawal-awal pandemi covid-19 harganya melambung hingga Rp30 rubu/kg, kini hanya dihargai Rp4 ribu saja.

Yang paling tragis adalah sawi pangsit. Kerabat dekat sawi pakcoy yang sampai seminggu pasca lebaran masih bisa mencapai harga Rp20 ribu/kg, yang membuat petani bisa kaya mendadak, sekarang terpelanting ke titik terendah, Rp1000-2000/kg.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Ya, mau bagaimana lagi, berapa rejeki yang dapat itulah yang kita terima. Masih bersyukur kita masih punya sesuatu yang bisa dijual ke pasar.”ucap Nurmi, petani perempuan yang ulet asal Paninjauan.

Daftar Harga Sayur Mayur di Pasar Padang Panjang, Kamis (9/6)
Cabai Merah: Rp65-70 Ribu/kg
Cabai Hijau: Rp40 Ribu/kg
Cabai rawit: Rp40 ribu/kg
kemabang kol: Rp13 ribu/kg
Sawi Putih: Rp120 ribu/kg
Seledri: Rp25-30 ribu/kg
Selada kering: Rp22 ribu/kg
Terong: Rp7-8 ribu/kg
Bawang daun: Rp4 ribu/kg
Jahe: Rp4 ribu/kg
sawi pangsit: Rp1.500/kg
Bawang merah: Rp45 ribu/kg

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB