Padang, Prokabar .com – Pembangunan normalisasi Batang Maransi yang lebih dikenal dengan normalisasi banda luruih-Batang Maransi telah berjalan 10 tahun sejak 2012 lalu.
Namun hingga kini belum menghasilkan dampak signifikan pada kawasan jalan air paku yang masuk dalam Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, kota Padang.
Bahkan untuk banjir di SMP Negeri 27 Padang, banjir di kawasan ini bisa mencapai lebih dari satu meter. Ini terjadi jika hujan deras mengguyur kawasan sekitar dan juga di bagian timur atau hulu bukit barisan mencapai minimal tiga jam saja.
Ini lah yang mendasari Evi Yandri Rajo Budiman, melakukan tinjauan lapangan bersama Dinas PSDA Provinsi yang diwakili oleh Rahmat Yuliendra, kabid sungai pantai dan bina konstruksi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang Tri Hadiyanto, dan juga Camat Kuranji Eka Putra Buhari.
Dari tinjauan lapangan diketahui, bahwa dibutuhkan pembebasan tanah untuk melanjutkan program normalisasi sungai di kawasan yang persis di sebelah Balaikota Padang di kawasan Air Pacah ini.
Anggota DPRD Sumbar Dapil Padang, Evi Yandri Rajo Budiman, berjanji akan mengupayakan alokasi dana pembebasan lahan di APBD Perubahan 2022.
Ini dimaksudkan agar pembangunan dapat terus berlanjut tahun ini. Sementara untuk keberlanjutan pembangunan tahun ini, juga akan dicarikan solusi bersama, untuk tanaman sebagian warga yang enggan pembangunan dilanjutkan jika tak ada solusi pada tanaman produktif warga.
“Khusus untuk pembebasan lahan, yang mana ternyata tidak dianggarkan tahun ini di APBD Kota Padang. Kami akan mendorong agar dapat dianggarkan pada APBD Perubahan Provinsi Sumbar 2022 ini. Karena telah berjalan sepuluh tahun sejak 2012, tentu keberlanjutan program normalisasi banda luruih-batang maransi ini, sangat ditunggu masyarakat, karena menjadi solusi penanggulangan banjir di Sungai Sapih, Kurao Pagang, Air Pacah hingga kelurahan tunggul Hitam,” tegas Evi Yandri Rajo Budiman.
Pembangunan normalisasi banda luruih-banda latuang, telah dilakukan sejak 2012 lalu. Tak kurang 2,2 kilometer lokasi pelaksanaan kegiatan telah dibebaskan dari rencana 4,5 kilometer.
Sebelumnya pada musrenbang Kecamatan Kuranji, Evi Yandri Rajo Budiman juga telah berpesan kepada lurah Sungai Sapih, agar dapat mengajukan usulan perencanaan pembangunan atau DED drainase, pada jalan air paku mulai dari simpang bypass novel hingga SMP Negeri 27 Padang agar nantinya drainase terkoneksi ke normalisasi banda luruih.
Dengan begitu, banjir di kurao kapalo banda, RSUD Dr Rasyidin hingga SMP Negeri 27 dapat diminimalisir. Termasuk DED drainase di kawasan lolo kasik yang menjadi perbatasan Sungai Sapih dan kelurahan Gunung Sarik.
Artinya dua kelurahan ini mengajukan usulan perencanaan pembangunan drainase di kawasan yang dekat dengan lokasi normalisasi banda luruih.
Jika DED atau perencanaan drainase tuntas dibuatkan, Evi Yandri Rajo Budiman akan mengupayakan alokasi pembangunannya dari APBD Provinsi, baik 2023 atau pun 2024. (adh)
















