Jakarta, Prokabar – Deta Minang atau Deta Parewa salah satu produk unggulan yang dipamerkan di Stand Pameran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Padang yang tampil dalam ajang Jakarta Internasional Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2022 di Balai Sidang Senayan di Jakarta, Rabu (24/3/2022).
Pameran INACRAFT yang digelar mulai 23 Maret hingga 27 Maret 2022 tersebut dibuka secara resmi Presiden RI, Joko Widodo didampingi Menteri Pariwisata dan Bekraf, Sandiaga Uno serta Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.
Pameran tersebut menampilkan berbagai produk kerajinan hasil kreasi dari para pengrajin di tanah air.
Selain Deta Parewa yang menjadi ICONIC Dekranasda Kota Padang produk kerajinan yang ditampilkan dalam pameran ini ialah batik tanah liek, sulaman, kerajinan tas, baju kuruang basiba dan mukenah.
Adapun deta atau destar adalah kain penutup kepala tetapi khusus dikenakan untuk kaum lelaki Minangkabau. Kononnya, di dalam kehidupan kesehariannya lelaki Minangkabau masa dahulu, deta selalu dipakai sebagai kelengkapan yang tidak terpisahkan dari kehidupan kaum lelaki. Kaum lelaki Minangkabau tidak akan merasa lengkap apabila tidak memakai deta di kepalanya.
Bagi pemakaian masyarakat umum, biasanya deta dibuat dari potongan kain biasa saja dengan warna hitam atau putih. Namun yang lebih umum dipakai pada budaya Minangkabau adalah yang terbuat dari kain ukiran batik. Pada budaya masyarakat Minangkabau juga ada tradisi membuat batik yang disebut Batik Tanah Liek.
Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Padang Afrialdi masbiran dan Kabid Bina Usaha dan Pelaku Usaha Dinas Perdagangan Kota Padang Nengsih menyebutkan, karena cukup menarik dan jarang nampak membuat Deta Parewa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung pameran untuk mengetahuinya lebih detail.
Sementara itu Sekretaris Dekranasda Kota Padang Destri Mulyati berharap dengan adanya stand pameran dalam ajang INACRAFT ini produk kerajinan khas Kota Padang dapat terpromosikan secara nasional maupun internasional.
Pameran INACRAFT kembali digelar setelah vakum dua tahun akibat pandemi Covid-19. Tahun ini hadir dengan mengusung tema “Smilling Heritage of West Java; From Smart Village to Global Market.
Pameran ini diselenggarakan secara hibrida dan masyarakat juga bisa mengunjungi lokasi pameran tanpa dipungut biaya, 722 peserta hadir dalam pameran ini, terdiri dari 510 peserta individu, 169 peserta binaan dinas, dan 43 peserta binaan BUMN.
Sebagai pameran industri kerajinan terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT menjadi salah satu pameran yang selalu dinanti oleh para penggiat dan peminat produk kerajinan dalam negeri. (vky)
















