Ekonomi Melemah, Masyarakat Banyak Jual Emas

Penulis -

Kamis, 17 Maret 2022 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Harga emas dibanding minggu lalu terjadi penurunan harga. Meski demikian, masyarakat banyak menjual perhiasannya berupa emas itu ke toko-toko emas.

“Hal ini disebabkan melemahnya perekonomian. Terlihat intensitas masyarakat untuk menjual emasnya ke toko lebih tinggi saat ini ketimbang membeli emas,” ungkap Masnur salah satu pedagang emas di Pasar Tradisional Koto Kaciak.

Kondisi itu terjadi merata terjadi, khususnya di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Masnur menjelaskan, rata-rata masyarakat yang menjual emasnya mengatakan, dusebabkan terdesak dan terpaksa dijual untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya,” ungkap Masnur.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Berdasarkan itu, ia menyimpulkan kondisi ekonomi masyarakat saat ini secara merata mengalami anjlok. Terutama di Kecamatan Tanjung Raya. Selain melalui pandemi Covid-19 selama dua tahun ini, terjadinya bencana berulangkali di Selingkar Danau Maninjau. Musibah itu berdampak buruk pada kehidupan dan perekonomian masyarakat.

“Ketergantungan hidup atau usaha ekonomi masyarakat sangat tinggi dari Danau Maninjau. Masyoritas mata pencarian masyarakat dari sektor perikanan dan nelayan. Sejak dilanda kematian ikan secara massal secara berturut-turut menyebabkan kerugian amat parah pada masyarakat,” terangnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Masyarakat yang masih menyimpan perhiasan berupa emas, terpaksa dijual ke toko emas. Selain memenuhi kebutuhan pokok juga membayar hutang dalam usaha perikanan. Belum lagi kebutuahan sekolah anak yang mulai ujian.

Untuk harga emas sendiri saat ini lanjutnya, terjadi penurunan harga. “Pada seminggu lalu, harga emas murni pedagang membeli dengan takaran 940 per-gram atau senilai Dua juta Tiga ratus Lima puluh ribu Rupiah. Terjadi penurunan harga saat ini menjadi 886 per-gram atau senilai Dua juta Dua ratus Lima belas ribu rupiah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Keluhan ini cukup memberatkan kami. Masyarakat lebih banyak menjual emasnya kepada kami ketimbang membeli. Apalagi harga emas murni terus fluktuasi setiap jam. Kita berharap pemerintah dapat memberi solusi untuk stabilnya harga emas dan perekonomian masyarakat kedepannya,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB