Kematian Massal Ikan KJA Terus Melanda Danau Maninjau

Penulis -

Senin, 21 Februari 2022 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Kematian massal ikan keramba jaring apung (KJA) kembali terjadi di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Kematian ikan dimulai akhir Desember 2021 hingga Awal Januari 2022.

Kematian ikan terus berlanjut di awal Februari 2022 hingga 20 Februari 2022. Ratusan Ton ikan sudah membuat kerugian besar pada petani tersebut.

“Kematian ikan mencapai 130 ton pada 11 Februari 2022 hingga 12 Februari 2022,” ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi. Kematian perdana di awal Februari 2022 terjadi di Koto Malintang, Duo Koto dan Sungai Batang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kematian ikan kembali terjadi pada Sabtu dan Minggu yaitu tanggal 19 dan 20 Februari 2022 kemarin. Kematian ikan terjadi di tiga titik, pertama di Nagari Koto Malintang, kedua Nagari Koto Gadang VI Koto, dan ketiga di Nagari Koto Kaciak.

Handria menyebutkan, fenomena kematian ikan secara massal disebabkan beberapa faktor. Selain cuaca buruk juga berkurangnya oksigen di dalam danau.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Biasanya kematian ikan disebabkan oleh faktor upweeling atau pembalikan massa air sehingga mengakibatkan oksigen di dalam danau berkurang,” terangnya.

Kematian ikan belum dapat diketahui jumlah totalnya. Termasuk total kerugian kematian massal ikan keramba jaring apung ini.

“Menyikapi kondisi ini, kami menghimbau seluruh masyarakat petani KJA untuk tidak membuang bangkai ikan ke danau. Hal mencegah memperparah pencemaran lingkungan dan air di Danau Maninjau,” tegasnya.

Ada pun langkah-langkah antisipasi agar kematian massal ikan KJA ini dapat dicegah. Seperti menunda penebaran bibit ikan ke KJA selama kualitas air membaik, termasuk kondisi cuaca. Panen lebih dini dan memindahkan ikan ke kolam di darat.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kita berharap kepada petani KJA bisa lebih cepat tanggap untuk antisipasi kematian massal ikannya. Jika terjadi kematian massal, ikan jangan dibuang ke dalam danau. Tetap dalam KJA atau dimasukan ke dalam karung dan kubur di darat yang jauh dari rumah penduduk,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB