Padang, Prokabar – Pemandangan berbeda terlihat hampir setiap sore hari di komplek Bumi Minang III Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Sekitar sepuluh hingga lima belas remaja atau pemuda, memainkan olahraga melempar bola besi sebesar genggaman tangan ke tanah,
Olahraga yang dimainkan oleh pemuda tersebut adalah Petanque, atau biasa disebut pentang. Poin yang dihitung adalah semakin dekat bola besi yang dilemparkan ke bola kayu, maka nilainya pun semakin besar.
Olahraga ini dapat dimainkan dengan nomor single, double, triple, atau mix.
Olahraga asal prancis ini masuk ke Sumatera Barat sejak 2015 lalu. Kini olahraga ini dimainkan di beberapa kecamatan di Kota Padang, terutama di kampus-kampus dan sekolah-sekolah, mengingat sebagian pelatih merupakan dosen atau pun guru olahraga.
Pekan lalu, olahraga asli Prancis ini, disosialisasikan oleh FOPI Padang, yang kini memiliki Ketua baru, Ja’far.
Anggota komisi tiga DPRD Padang ini, terpilih secara aklamasi beberapa bulan sebelumnya, untuk menggairahkan kembali dan semakin mempopulerkan olahraga ini ke tengah masyarakat Kota Padang.
Alasan Ja’far sederhana. Ditengah gempuran permainan game online dan juga pengaruh negatif lainnya seperti tawuran dan narkoba.
“Didalamnya ada tatap muka, bersosialisasi dan berkumpul satu sama lain, sehingga olahraga ini diharapkan dapat mengembalikan generasi muda memiliki keahlian, bisa bersosialisasi, menjauhkan mereka dari pengaruh negatif, seperti tawuran, narkoba, pergaulan bebas dan terjebak pada kegiatan yang minim manfaat seperti game online,”
“Kami berharap sosialisasi akan semakin masif, baik di komplek perumahan, pemukiman masyarakat dan juga sekolah – sekolah,” sebut Ja’far Ketua Fopi Padang.
Sementara itu Syahril Bais, Sekretaris Fopi Padang, menambahkan, bahwa Petanque mudah dimainkan, karena hanya membutuhkan lapangan terbuka maksimal empat kali 12.
“Fokus, konsentrasi dan juga keakuratan, kunci keberhasilan dalam memainkan olahraga ini. Target kita akan terus disosialisasikan ke kampus-kampus dan sekolah-sekolah bekerjasama dengan guru-guru olahraga terutama SMA sederajat,” sebut Syahril Bais.
Target FOPI Padang, minimal enam dari sebelas kecamatan di Kota Padang telah memiliki atlit – atlit pada cabang olahraga Petanque ini.
Sementara itu Ketua FOPI Sumbar Nurul Ihsan menjelaskan, bahwa saat ini telah terdapat dua belas kepengurusan FOPI di kabupaten kota di Sumbar.
“Sosialisasi akan terus digencarkan ke kampus-kampus dan sekolah-sekolah demi menggiatkan olahraga Petanque ini. Sebagai persiapan sebelum penyelenggaran kejuaraan nasional antar mahasiswa se Indonesia, Oktober mendatang,” sebut Nurul Ihsan, Ketua FOPI Sumbar.
Untuk FOPI Padang sendiri, saat ini telah memberangkatkan empat atlitnya ke kejuaraan Petanque di provinsi tetangga.
Masing-.masing Ruki Febri Hartika dan Rully untuk nomor Double Man. Kemudian Hanifa dan Dini , untuk nomor Double Women . (Adh)
















