93 Calhaj Dharmasraya Disertai Obat Pendamping, Ini Sebabnya

Penulis -

Selasa, 24 Juli 2018 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulau Punjung, Prokabar – Sebanyak 93 calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Dharmasraya harus membawa obat pendamping selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci, karena mengidap penyakit resiko tinggi.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Rahmadian melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Yosta Defina di Pulau Punjung, Selasa (23/7).

“Hasil pemeriksaan, 93 calhaj ini mengidap penyakit risiko tinggi, yang harus disertai obat pendamping atau mengonsumsi obat secara rutin,” katanya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Meskipun calhaj memiliki penyakit risiko tinggi, ia mengatakan 93 jamaah tersebut akan berangkat menuju tanah suci sesuai jadwal yang ditetapkan.

Ia menjelaskan jamaah yang memiliki penyakit berisiko tinggi sebagian besar adalah calhaj lansia atau berusia di atas 60 tahun, yakni jumlahnya mencapai 61 orang.

“Sebetulnya lebih kepada faktor usia, karena sudah lanjut usia harus disertakan dengan obat pendamping,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ia menambahkan Dinkes Dharmasraya telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 196 calhaj. Dimana sebanyak 100 calon haji dinyatakan sehat dan 96 penyakit risiko tinggi.

Dinkes Dharmasraya mengimbau calhaj untuk memperbanyak mengonsumsi buah-buahan dan air putih selama rangkaian ibadah, kata dia.

“Tujuannya untuk mencegah dehidrasi, karena diketahui suhu di tanah suci sangat panas,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Dharmasraya, Suhardi mengemukakan pemberangkatan 196 calhaj daerah itu tergabung ke dalam kelompok terbang (kloter) 13 bersama Kabupaten Padang Pariaman.

Calhaj Dharmasraya masuk embarkasi di Kota Padang pada 29 Juli 2018, lalu diterbangkan ke Madinah 30 Juli.

“Insya Allah seluruh persiapan sudah tuntas, calhaj tinggal menunggu keberangkatan saja,” ujar dia. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB