Daerah

90 Lulusan Apoteker Unand Diambil Sumpah

Padang, Prokabar — Sebanyak 90 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi Universitas Andalas diambil sumpahnya oleh Komite Farmasi Nasional (KFN) yang diwakili oleh Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt pada Selasa (19/3) di Gedung Auditorium Kampus Unand Limau Manis Padang.

Ketua PSPA Fakultas Farmasi Universitas Andalas Deni Noviza,  menyampaikan mulai angkatan I 2019 jumlah mahasiswa apoteker yang diterima makasimal 80 orang karena berhubungan dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) OSCE.

Lebih lanjut ia mengungkapkan jumlah mahasiswa angkatan I tahun 2018 apoteker Universitas Andalas berjumlah 90 orang.

Mengenai system pendidikan dikatakannya PSPA Universitas Andalas secara umum dibagi atas dua tahap yaitu tahap pendidikan dikampus selama satu semester dan tahap praktek profesi diluar kampus selama satu semester.

Lebih lanjut ia menjelaskan PSPA Universitas Andalas juga mewajibkan kegiatan pembelajaran berupa pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk aksi promotif kefarmasian (Pekan Apoteker) yang dilaksanakan di enam desa di enak kabupaten Provinsi Sumatera Barat

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini sekaligus juga sebagai implementasi Community Oriented Pharmacy Education (COPE) yaitu pendidikan farmasi berbasis comunitas yang diharapkan dapat melatih dan menyiapkan mahasiswa sebagai apoteker nantinya bekerja dalam bidang farmasi komunitas yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KFN mengatakan diera industry 4.0 praktek kefarmasian semakin berat karena teknologi bisa mengantikan semuanya.

“Perkembangan teknologi juga mulai merambah kedunia kesehatan,” sebutnya. Dikatakannya ada robot yang dinamakan dengan Pillo dimana robot ini diprogram sebagai partner kesehatan keluarga serta ada juga robot yang dirancang untuk mengambil dan menghitung dosis secara cepat.

Oleh karena itu, disampaikannya praktek kefarmasian diera 4.0 memerlukan ketrampilan dan pengetahuan terbaik serta keahlian dalam hal memanfaatkan teknologi.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Dr. Hilwan Yuda Terina, MSi mengajak untuk mulai membangun Indonesia dari pinggiran daerah terluar atau perbatasan.

Menurutnya masyarakat didaerah pinggiran dan daerah terluar lebih membutuhkan tenaga kesehatan diantaranya apoteker.

Disamping itu, ia menyampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia memprogramkan tenaga kesehatan nusantara dimana pemerintah merekrut tenaga kesehatan untuk ditempatkan sebagai keyworld yang terdiri dari dokter, drg, apoteker, perawat, bidan Kesmas dan analisis kesehatan.

Ia berharap semoga Apoteker yang lulus hari ini bisa membangun negeri kedepannya menjadi lebih baik dan dikenal masyarakat luas.

Setelah diambil sumpahnya Ketua PSPA Fakultas Farmasi Universitas Andalas menyerahkan lulusan apoteker baru kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Pengurus daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sumatera Barat. (hum/hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top