Pesisir Selatan, Prokabar —Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni, masih enggan menyampaikan hasil audit BPKP terkait mangkraknya pembangunan RSUD M.Zein Painan.
Hendrajoni beralasan, karena 45 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ada sebagian tidak hadir pada agenda sidang paripurna penyampaian Ranperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD tahun 2019, Jumat (17/7).
Padahal, sebelumnya, Hendrajoni sudah berniat. Untuk menyampaikan hasil audit BPKP di depan seluruh anggota DPRD Pessel.
Bupati Pessel, Hendrajoni, mengatakan, dirinya tidak mau menyampaikan hasil audit BPKP tersebut, karena tidak hadirnya seluruh Anggota DPRD Pessel pada sidang hari ini.
“Saya tidak mau menyampaikan hasil audit BPK terkait mangkraknya pembangunan RSUD M. Zein Painan yang berada di Kabun Taranak, Painan hari ini, “ujarnya pada wartawan di Painan.
Dia menginginkan seluruh Anggota DPRD Pessel, hadir saat dirinya menyampaikan hasil audit dari BPKP.
Hadirnya seluruh anggota dewan bisa mendengarkan dengan jelas hasil audit dari BPKP dan tidak ada yang saling serang dan dirugikan.
Hadirnya seluruh anggota dewan, kata Hendrajoni, guna untuk mengantisipasi adanya isu-isu yang tidak sedap terhadap dirinya sebagai bupati.
“Jangan nanti, ada yang goreng-goreng isu yang tidak sedap terkait hasil audit BPKP itu. Saya menginginkan seluruh anggota dewan hadir, kalau sudah hadir seluruhnya barulah saya sampaikan, “ujarnya lagi.
Kendati demikian, hasil audit BPKP tersebut sudah berada ditangannya, dan dia sudah tau hasilnya, apakah dilanjutkan atau tidak, tutupnya. (*)
















