Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Trinda Farhan Satria : Dibalik masalah, Ada Peluang

Dibaca : 320

Agam, Prokabar — Membangun dan membesarkan kampung halaman adalah harapan semua orang. Memajukan dengan segala potensi yang dimiliki.

Agam memiliki potensi yang sangat luar biasa. Danau Maninjau dengan keindahannya disertai kuliner nan unik dan beragam. Namun belum tergarap secara maksimal dan serius.

“Kita butuh kerja sama dan bersama-sama untuk mengoptimalkan potensi ini. Membangkitkan jiwa entrepreneur, sehingga menangkap peluang dengan baik,” ungkap Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan saat memberikan sambutan kepada 60 orang UMKM mengikuti Bimtek, Jumat malam (10/).

Tidak akan ada nilai dari sebaik-baik penghasilan selain dari seorang entrepreneur atau berwirausaha terutama melalui UMKM, lanjutnya. Tentunya harus menjalaninya dengan jujur dan menjual tidak tercela.

“UMKM menjadi ujung tombak dalam peningkatan ekonomi masyarakat secara luas. Bahkan disaat wabah Covid-19 dan bencana besar lainnya. Mampu bertahan dengan baik, jika cepat beradaptasi dan berinovasi,” terangnya.

Justru orang yang memiliki jiwa entrepreneur yang selalu memiliki inovasi. Di saat mendapat musibah atau masalah, mampu bertahan dan cepat bangkit dengan inovasi.

“Dibalik masalah, ada peluang,” tegas Trinda.

Tentu dengan mampu melihat dan membaca situasi dan kondisi. Menyesuaikan prodak dan jasa yang tepat. Terus berusaha sehingga memunculkan peluang-peluang baru.

“Tidak hanya memanfaatkan peluang saja, akan tetapi harus mampu memberikan kualitas yang terbaik. Menjaga konsumen untuk tidak merasa tertipu, akibat memproduksi hasil jasa dan barang yang tidak sesuai yang diharapkan,” imbuhnya.

Ada empat kunci rahasia menangkap peluang itu. Yakni dengan melakukan inovasi, produk yang tepat, harga yang sesuai kebutuhan pasar, pangsa pasar (pemasaran) disertai promosi. “Menciptakan citra atau peking meningkatkan gengsi barang, sangat menentukan nilai harga tawar. Akan semakin mahal sebuah prodak atau barang, jika dapat dikemas dan dijual dengan pencitraan yang baik. Sehingga harga prodak inovasi yang dijual menjadi mahal, walau ongkos produksi murah,” papar Wabup Agam tersebut.

Trinda juga selalu mengapungkan brend Agam Mandiri, Berprestasi dan Madani. Karena karakternya orang Agam sejak dulu mandiri, berprestasi dan taat beragama Islam.

Sehingga membangun sebuah usaha harus dsesuai syariat Islam. Trinda juga mengharapkan, Agam mampu menciptakan dan membangun pasar di dalam daerah sendiri. Sehingga membangun kemandirian.

Membangun basic dasar pasar dengan menciptakan monopoli ASN untuk memanfaatkan umkm sendiri. “Tentu dilakukan pembinaan dan pemahaman mencintai produk cinta daerah sendiri. Para UMKM terlebih dahulu dibina dan peningkatan kemampuan mampu menghasilkan prodak yang standar dan elegan. Sehingga memberi kepuasan sesuai yang dibutuhkan konsumen,” lanjutnya.

Selain itu, mendatangkan pasar ke daerah sendiri dengan menciptakan sektor pariwisata. Dengan itu, tingkat kunjungan orang ke daerah akan membawa peluang meningkatnya transaksi penjualan, sebagai cendramata dan kenangan. Tapi harus tetap menjaga standar kualitas prodak yang akan di jual, sehingga tidak ada kekecewaan dan konsumen atau pengunjung nantinya.

Seiring pemasaran, pelaku umkm harus mampu memanfaatkan sistem daring atau on line. Dalam hal ini, sekali lagi harus tetap menjaga kejujuran menjual tidak tercela.

“Intinya adalah bagaimana kita sebagai pelaku usaha saat menghadapi Covid-19 ini, tidak patah dan mudah putus asa. Jiwa entrepreneur harus betonisasi dan mampu menangkap peluang dari sebuah masalah,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top