Tanah Sirah, Prokabar — Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Agam, melalui Bidang Kebudayaan mempererat silahturahmi dengan Camat Tanjung Raya, KPGH, Pemerintah Nagari Sungai Batang, Babinkamtibmas dan Niniak Mamak Suku Tanjung, Kamis (2/7). Pertemuan dilaksanakan di Perpustakaan Buya Hamka dalam Komplek Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam.
“Pertemuan ini kami gagas sebagai langkah lanjutan pertemuan kita beberapa bulan lalu. Terutama terkait pengembangan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka ini. Sejak wabah Covid-19, silahturahmi sempat terputus. Agar terjalin kembali, kita membutuhkan pertemuan khusus. Minimal bincang-bincang santai dengan Camat, Komunitas, Pemerintahan nagari dan ninik mamak setempat,” ungkap Kabid Kebudayaan, Jufri mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Isra, Kamis (2/7).
Pertemuan ini jelas, sebagai langkah maju. Menggagas berbagai perencanaan dan program kedepan. “Semua saran dan masukan akan kita tampung, dan tentu menjadi jalan atau solusi kita kedepannya,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi menyambut baik silahturahmi tersebut. “Saya sangat senang ada pertemuan hari ini. Karena ini sesuai harapan saya, untuk kembali bergerak maju. Selepas pandemi Covid-19 yang sempat membuat kita terjarak. Meski demikian, kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan, sesuai apa yang telah ditetapkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” terang Camat Tanjung Raya.
Dalam pertemuan ini, lanjutnya. Jangan sekedar pembahasan yang tidak ada evaluasi kedepan. “Akan menjadi sia-sia jika pertemuan ini tidak dilanjuti dengan pertemuan berikutnya di bulan depan. Apa yang kita gagas, hendaknya terealisasi. Jika tidak akan menjadi hutang dan penuntasan di bulan berikutnya,” imbuh Handria.
Dalam pertemuan itu, terdapat sejumlah solusi terhadap berberapa kendala yang dihadapi. Seperti akses air yang sering sendat dari hulu, sekarang ada rencana dari masyarakat dan Pemerintahan Nagari untuk membangun akses air bersih ke setiap rumah warga.
“Kendala lainnya adalah K3 menjadi keluhan utama pengunjung. Alhamdulillah, toilet dan mushalla dalam perbaikan saat ini. Sementara, petugas juga perlu diusulkan,” tuturnya.
Setiap pertemuan pasti akan ada gagasan dan ide yang akan lahir. Namun gagasan itu tidak akan pernah terwujud jika tidak ditindaklanjuti dengan aksi dan realisasi nyata. Seperti cita-cita hanya akan menjadi mimpi dan angan-angan semata, jika tidak dilanjutkan dengan program terencana.
“Ketika ada komitmen, maka jalankan dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian angan-angan, mimpi atau cita-cita itu baru bisa terwujud. Kalau tidak akan hanya jadi angan-angan semata,” tegas Handria.
Butuh komitmen tinggi untuk menjaga, memelihara dan mengembangkan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, sebagai destinasi wisata reliqius. “Semua pihak termasuk saya dari Pemerintahan Kecamatan, Ninik Mamak, Walinagari, Wali Jorong, Komunitas dan pemuda-pemudi beserta Bundo Kanduang di sini. Semua harus komitmen menyatukan visi dan misi. Jangan sampai salah motivasi dan orientasi nantinya. Itu akan malah menghancurkan,” paparnya.
Sementara itu, Fajri Wakil Koordinator dan Fauzi (Ketua Harian) mewakili Komunitas Pemuda Generasi Hamka, sebagai ujung tombak pengembangan Museum berharap seluruh pihak untuk menyatukan pandangan. Mampu memberdayakan dan meningkatkan perhatian kepada generasi penerus.
“Kami sangat berharap dan masih banyak membutuhkan pembinaan. Termasuk dari sisi anggaran. Banyak gagasan dan ide yang akan kita kembangkan, seperti melanjutkan Festival Rinyuak dan Kemah Bakti Tikam Jejak Buya Hamka. Dan semua itu butuh dukuangan moril dan materil semua pihak,” ungkap Fajri dan Fauzi.
Untuk perencanaan kedepan, kegiatan Goro dijadwalkan Kamis depan (9/7). Bersama petugas dan masyarakat lainnya, untuk menuntaskan hiasan cat pondasi di bawah Museum. Selanjutnya, mengikuti kegiatan Focus Group Discusion atau FGD dengan menghadirkan narasumber berkompeten dalam bidang Sejarah Buya Hamka, Budaya dan Ilmu Komunikasi.
“Kita berharap kegiatan itu mampu mempersatukan semua pihak nantinya. Dengan penuh keikhlasan dan ketulusan, untuk membangkitkan Sejarah Buya Hamka ini. Dengan tujuan keteladannya dapat menjadi pedoman dan contoh pada generasi penerus,” pungkas Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Agam, Jufri menutup pertemuan itu. (rud)
















