BKSDA Agam Telusuri Jejak Satwa Liar Selama Tiga hari, Ini Hasilnya

Penulis -

Minggu, 28 Juni 2020 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Pua, Prokabar — Setelah sempat dikejutkan kemunculan satwa liar dan sempat menerkam beberapa ekor hewan ternak warga Sungai Pua, Kecamatan Palembayan, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resor Agam langsung melaksanakan penanganan konflik tersebut. Selama tiga hari penuh menelusuri, menginap dan menjejaki satwa diduga kuat Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae).

Selama tiga hari itu, petugas BKSDA bersama masyarakat sudah tidak menemukan lagi tanda-tanda keberadaan satwa liar disekitar pemukiman dan areal sawah warga setempat.

Sejumlah aksi berupa menggunakan bunyi-bunyian yang dilakukan. Bertujuan upaya pengusiran sehingga tidak kembali ke pemukiman warga. Petugas BKSDA di setiap waktu terus melakukan pendekatan. Namun menunjukan hasil dengan tidak ditemukan lagi jejak satwa dilindungi tersebut.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Pemantauan dibantu dengan menggunakan kamera penjebak atau camera trap. Dipasang sebanyak tiga unit. Dan hasil pun tidak mendapatkan lagi gambaran visual pergerakan satwa disekitar pemukiman dan sawah warga,” ungkap Ade Putra, Kepala Resor BKSDA Agam, kepada Prokabar.com, Minggu (28/6).

Penelusuran yang dilakukan pada hari terakhir menunjukan satwa bergerak kembali ke dalam kawasan hutan lindung dan cagar alam. Berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sebelumnya, pada Selasa (23/06), BKSDA Resor Agam menerima laporan ada 2 ekor ternak kerbau peliharaan masyarakat nagari Sungai Puar terluka akibat diserang oleh satwa liar. Diduga kuat Harimau Sumatera karena ada bekas luka cakar dan jejaknya.

Tim BKSDA Resor Agam yang mendapatkan laporan langsung melakukan penanganan dengan melaksanakan identifikasi lapangan untuk memastikan jenis satwa itu, sekaligus melakukan pemantauan dan pengusiran.

Ternak kerbau dewasa merupakan milik Pak Con dan anak kerbau milik ibu Ratini terluka pada bagian kaki, pundak dan leher. Untuk ternak kerbau dewasa akibat terluka parah oleh pemiliknya telah dijual kepada toke ternak.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

BKSDA memasang tiga unit kamera penjebak atau camera trap di beberapa titik untuk mendapatkan gambaran visual dan memantau pergerakan satwa. Selain itu patroli pada pagi, sore dan malam hari sembil melakukan pengusiran juga dengan menggunakan bunyi-bunyian.

“Kami telah menghimbau dan meminta warga setempat untuk waspada dan hati-hati dalam beraktivitas ke ladang dan ke sawah. Serta mengkandang dan mengamankan ternaknya untuk mencegah interaksi negatif dengan satwa liar. Himbauan itu jelas mecegah kembali terjadi konflik tersebut,” pungkas Kepala Resor BKSDA Agam. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB