Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Bertemu R. Datuak Mangkuto, Ini Harapan PWI Agam dan KPGH

Dibaca : 203

Agam, Prokabar — Pertemuan cukup mengesankan antara Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat, R. Datuak Rajo Mangkuto dengan PWI Kabupaten Agam, Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya dan Kepala SMAN 1 Tanjung Raya beserta jajaran. Diskusi hebat itu berlangsung di Perpustakaan SMAN 1 Tanjung Raya, Sabtu (27/6).

Tukar pendapat dan saling memberi informasi, memperkaya wawasan dan edukasi antara sesama. Menuangkan sejumlah gagasan dan solusi untuk melakukan pembenahan lebih baik dikemudian hari.

Yusrizal, Sekretaris PWI Kabupaten Agam menjelaskan Danau Maninjau dalam hal ini berada di wilayah Kecamatan Tanjung Raya. Catatan sejarahnya, melahirkan para cendikiawan dengan kecerdasan intelektual terkemuka di Indonesia.

Yusrizal berharap, Anggota Dewan sekaligus putra daerah Agam itu, bisa memberi jawaban bagaimana melahirkan dan muncul cendikiawan baru dimasa akan datang. “Kita berharap bagaimana kembali lahir tokoh-tokoh cendikiawan baru, muncul kembali dari Maninjau ini,” ungkap Wartawan LKBN Antara Nasional dengan sapaan akrab Ari tersebut.

Kemudian ia melanjutkan, di Sumatra Barat ternyata literasi dan berbahasa Indonesia ternyata sangat baik ketimbang daerah lain. Meski demikian, peningkatan tetap harus dilakukan karena minat baca dan menulis tetap masih rendah untuk perbandingan antar negara tetangga. “Bagaimana pula di Kabupaten Agam, Literasi dan Bahasa Indonesia pada generasi penerus bisa lebih baik lagi. Dan kita berharap, kepada Bapak sebagai wakil rakyat, memberikan solusi dengan menyuarakannya kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Barat nantinya,” harapnya.

Sementara itu, Lukman selaku Penasihat PWI Agam juga berharap adanya perwakilan melalui Anggota Legislatif tersebut bisa mengembalikan kejayaan Pariwisata Danau Maninjau sedia dulu kala.

“Kita sama-sama tau, bahwa Danau Maninjau salah satu potensi yang sangat hebat sejak dahulunya. Saya sangat merasakan betul di tahun 1970-an hingga 1990-an, sangat ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Dan jelas, tumpuan harapan ini dapat kita tumpangkan kepada Wakil Rakyat kita. Terkhusus kepada Bapak. Bagaimanakah solusinya,” tanya Mantan Ketua PWI Agam tersebut kepada R. Datuak Rajo Mangkuto.

Ia kembali melanjutkan, Danau Maninjau juga memiliki kekayaan sejarah hebat di masa lalu. Dan jelas hal ini harus kembali digali, didokumenkan dan diskusi ke dunia luar. “Bagaimana pula ini dapat terwujudkan, sehingga potensi pariwisata sejarah dan religius ini dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Selanjutnya, kebetulan Perpustakaan SMAN 1 Tanjung Raya ini satu-satunya perwakilan dalam perlombaan tingkat Provinsi Sumatra Barat. Artinya, memiliki keunggukan khusus yang dimiliki. “Kita mendapat informasi ada Pojok Hamka dan Perpustakaan Digital di sini. Dan kebetulan berada di tepian danau, adakah pengembangan lebih lanjutkah?” tanya Lukman.

Sementara itu, Fajri selaku Wakil Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya, mewakili pemuda menambahkan banyak harapan agar Alumni SMAN 1 Tanjung Raya itu menggiring pelajar lebih banyak lagi untuk ke Museum. Dengan tujuan memperdalam pendidikan karakter atau mental dan moral generasi.

“Buya Hamka adalah salah satu tokoh teladan dari semua kalangan. Terutama umat muslim di Asia Tenggara. Kita berharap keteladanan dan ketokohan beliau itu jadi tolak ukur utama pelajar Sumatra Barat. Terutama di Kabupaten Agam ini,” tuturnya.

Potensi Danau Maninjau, tidak hanya pada danau saja. Melainkan juga wisata religius dan sejarah. Sehingga orang tidak terlalu terpaku pada keramba. Karena mata pencarian dan perekonomian utama masyarakat Selongkar Danau Maninjau saat ini, hanya tertumpah pada KJA. “Dan kami berharap sangat agar ada solusi cerdas, adanya peralihan ekonomi di masa akan datang. Dan tidak terjadi benturan keras antara pedangku kebijakan dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Fajri juga meminta kepada Alumni ITB itu, untuk dapat membantu pembenahan dan penataan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka lebih baik. Sehingga pengunjung semakin senang dan nyaman berkunjung ke sana.

R. Datuak Rajo Mangkuto terkucak kagum pertemuan tersebut. Karena terjadi diskusi yang jauh lebih menarik ketimbang pertemuan-pertemuan yang sudah dilakukan sebelumnya. Membawa dan mengangkat Khasanah Minangkabau, yang memang menjadi perhatian serius dirinya saat ini.

Pertanyaan yang bertubi-tubi itu, satu persatu dijawab dengan lugas. “Berbicara Cendikiawan, itu terarah pada Buya Hamka, Isya Ansyari, A.R. Sutan Mansur, Inyiak Rasul dan sebagainya. Dan itu semua dapat terdiskripsikan melalui Rumah Kelahiran Buya Hamka. Dan Perpustakaan SMAN 1 Tanjung Raya. Di sini terdapat pojok Hamka dengan berbagai informasi tentang tokoh cendikiawan ini. Dan kita berharap nantinya bisa menjadi central dan semua orang dapat berkunjung lebih banyak lagi ke sini,” paparnya.

Dalam hal itu, lanjut Anggota DPRD Provinsi Sumatra Barat bernama Rinaldi ini. Untuk mewujudkan semua itu dibutuhkan peranan semua pihak. “Kita akan menjalin komunikasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat, agar membuat kebijakan kepada sekolah-sekolah. Yakni berkunjung ke Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka. Dengan harapan juga bisa berkunjung ke Pojok Hamka yang ada di SMAN 1 Tanjung Raya ini,” imbuhnya.

Terkait pengembangan pembangunan fisik dan non fisik, selaku alumni itu sudah menjadi keharusan. Akan berusaha memperjuangkan dan pokirnya nanti untuk pengembangan Perpustakaan yang telah menuju teknologi digital. Serta mengangkat Ulama Besar dalam bentuk Pojok Hamka.

Rinaldi juga terus berusaha, mendorong Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno untuk menjadikan akses jalan dari Simpang Gudang Manggopoh hingga sampai Padang Luar menjadi Jalan Nasional. Sehingga peningkatan kapasitas menjadi lebih baik.

“Pernyataan Gubernur Sumatra Barat itu sudah dijawab secara tegas kepada kita semua beberapa waktu lalu. Bahwa Jalur Manggopoh ke Padang Luar itu akan diperjuangkan menjadi Jalan Nasional. Dalam hal ini tentunya kita bersama Bupati Agam, Indra Catri dan Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria dan jajaran,” tukuknya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top