7 Wisata Religius Salingka Danau Maninjau Yang Wajib Dikunjungi

Penulis -

Minggu, 20 Mei 2018 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Danau Maninjau sudah termashur keindahannya sejak dahulu kala. Danau dengan hamparan luas 99.5 km2, panjang 16 km dan lebar 7 km termasuk salah satu destinasi Wisata andalan nasional yang selalu dikunjungi wisatawan mancanegara.

Selain terkenal akan keindahannya danaunya,   wisata reliqius dan budaya di Salingka Danau Maninjau juga tak kalah populer.  Dalam setahun, ribuan wisata yang berkunjung ke Maninjau. Wisatean terbanyak dari negeri jiran,  Malaysia.

Berikut Prokabar mengupas sefikit 7 wisata reliqius dan budaya yang ada di Salingka Danau Maninjau

1. Masjid Raya Bayua.

Masjid dengan arsitektur  berbentuk Pagoda di Thailand,  dengan atap gonjong Rumah Gadang Minangkabau. Terlihat menara kecil di sudut atap bangunan utama. Struktur atap dirancang mengikuti pola rumah panggung, dengan atap bersusun tiga tingkat.
Pada hiasan tiang terdapat ornamen dengan komponen warna menarik. Di halaman masjid dilengkapi hiasan taman dan air mancur nan indah.


Tak heran, perantau, pemudik dan wisatawan tertarik untuk singgah dan melihat Keunikan Masjid Raya Bayur tersebut.

2. Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.

Haji Abdul Malik Karim Ambrullah (Hamka) tak ada rasanya,  orang  Indonesia yang tidak mengenslnya.  Sosok tokoh mubaliq, sastrawan dan jurnalis ternama ini bahkan terkenal hingga ke beberapa  negeri tetangga.   Tokoh yang menginspiratif semua orang.
Beliau lahir 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Di tempat kelahiran beliau telah dibuat museumnya. Dibangun pada tshun 2000 dan diresmikan tahun 2001 oleh Gubernur Sumbar, Zainal Bakar.


Pengunjung museum ini lebih didominasi pelancong Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam. Di sini, wisatawan dapat melihat ilustrasi kelahiran serta sebagian karya tulis Buya Hamka.

3. Masjid Syekh Ambrullah.

Masjid ini terletak di Balai Raba’a  Sungai Batang. Masjid dibangun sekitar abad ke-18 sebelum masa pergolakan penjajahan Belanda dan Kaum Padri.

Sesuai nama, Masjid dibangun oleh ulama terkemuka Syekh Ambrullah (Kakek Buya Hamka). Dikenal juga dengan panggilan Syekh Pariaman, Inyiak Kaluak atau Tuanku Kisa’i. Makam beliau terletak disekitar masjid.


Bentuk bangunan hampir sama dengan masjid tua yang ada di Ranah Minang umumnya. Atap bertingkat dengan luas segi empat. Cat bangunan berwarna biru, serasa menyatu alam Danau Maninjau.

Lanjut Halaman 2 >>

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB