Agam, Prokabar – Danau Maninjau sudah termashur keindahannya sejak dahulu kala. Danau dengan hamparan luas 99.5 km2, panjang 16 km dan lebar 7 km termasuk salah satu destinasi Wisata andalan nasional yang selalu dikunjungi wisatawan mancanegara.
Selain terkenal akan keindahannya danaunya, wisata reliqius dan budaya di Salingka Danau Maninjau juga tak kalah populer. Dalam setahun, ribuan wisata yang berkunjung ke Maninjau. Wisatean terbanyak dari negeri jiran, Malaysia.
Berikut Prokabar mengupas sefikit 7 wisata reliqius dan budaya yang ada di Salingka Danau Maninjau
1. Masjid Raya Bayua.

Masjid dengan arsitektur berbentuk Pagoda di Thailand, dengan atap gonjong Rumah Gadang Minangkabau. Terlihat menara kecil di sudut atap bangunan utama. Struktur atap dirancang mengikuti pola rumah panggung, dengan atap bersusun tiga tingkat.
Pada hiasan tiang terdapat ornamen dengan komponen warna menarik. Di halaman masjid dilengkapi hiasan taman dan air mancur nan indah.

Tak heran, perantau, pemudik dan wisatawan tertarik untuk singgah dan melihat Keunikan Masjid Raya Bayur tersebut.
2. Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka.

Haji Abdul Malik Karim Ambrullah (Hamka) tak ada rasanya, orang Indonesia yang tidak mengenslnya. Sosok tokoh mubaliq, sastrawan dan jurnalis ternama ini bahkan terkenal hingga ke beberapa negeri tetangga. Tokoh yang menginspiratif semua orang.
Beliau lahir 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Di tempat kelahiran beliau telah dibuat museumnya. Dibangun pada tshun 2000 dan diresmikan tahun 2001 oleh Gubernur Sumbar, Zainal Bakar.

Pengunjung museum ini lebih didominasi pelancong Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam. Di sini, wisatawan dapat melihat ilustrasi kelahiran serta sebagian karya tulis Buya Hamka.
3. Masjid Syekh Ambrullah.

Masjid ini terletak di Balai Raba’a Sungai Batang. Masjid dibangun sekitar abad ke-18 sebelum masa pergolakan penjajahan Belanda dan Kaum Padri.
Sesuai nama, Masjid dibangun oleh ulama terkemuka Syekh Ambrullah (Kakek Buya Hamka). Dikenal juga dengan panggilan Syekh Pariaman, Inyiak Kaluak atau Tuanku Kisa’i. Makam beliau terletak disekitar masjid.

Bentuk bangunan hampir sama dengan masjid tua yang ada di Ranah Minang umumnya. Atap bertingkat dengan luas segi empat. Cat bangunan berwarna biru, serasa menyatu alam Danau Maninjau.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
















